UAE: Pernyataan Netanyahu bahwa Israel Negara Yahudi dapat merusak perdamaian

Pernyataan bahwa Israel bukan negara untuk seluruh warganya, sangat menjijikkan. Hal ini memberikan alasan bagi kelompok ekstremis untuk melancarkan serangan serta merusak  perdamaian,’’ tulisnya seperti dilansir Rt Arabic.

BY adminEdited Wed,13 Mar 2019,04:18 PM

Abu Dhabi, SPNA - Menteri Urusan Luar Negeri, Uni Emirat Arab, Anwar Qarqash mengkritik pernyataan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu bahwa Israel negara untuk bangsa Yahudi.

Qarqash melalui Twitternya, Selasa (12/03/2019) menulis bahwa pernyataan Netanyahu menjijikkan dan merusak perdamaian.

“Pernyataan bahwa Israel bukan negara untuk seluruh warganya, sangat menjijikkan. Hal ini memberikan alasan bagi kelompok ekstremis untuk melancarkan serangan serta merusak  perdamaian,’’ tulisnya seperti dilansir Rt Arabic.

Sebelumnya, Netanyahu melalui instagram mengatakan bahwa Israel menghormati hak warganya baik Yahudi maupun non Yahudi, namun sebagai negara kebangsaan, maka Israel diperuntukkan khusus untuk bangsa Yahudi.

Pernyataan tersebut menuai kritikan tajam dari majalah Inggris,  The Guardian dimana Netanyahu dinilai menjadikan warga Arab Palestina masyarakat kelas dua.

The Guardian menambahkan bahwa seharusnya Netanyahu malu untuk mencalonkan diri dalam pemilu mendatang karena meresmikan hukum yang memarginalkan komunitas Arab yang telah ada sebelum Israel berdiri,  ditambah tudingan suap dan penyalahgunaan kekuasaan terhadapnya.

“Langkah-langkah Netanyahu tersebut menunjukkan sikap fanatik buta dan melenceng ke arah ekstremis. Netanyahu berubah ke sayap kanan dan mengumpulkan seluruh kekuatan politik anti-Arab yang mendukung hunian ilegal.”

Pertengahan Juli lalu, pemerintah Israel mengesahkan UU kebangsaan Yahudi yang memberikan hak eksklusif bagi warga Yahudi untuk menentukan nasib mereka sendiri. UU tersebut menuai gelombang protes karena menjadikan komunitas Arab warga kelas dua.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir