Militer Israel buka kembali Masjid Al-Aqsa

Militer Israel kembali membuka Masjid Al-Aqsa menjelang subuh hari Rabu kemarin (13/03). Otoritas Israel juga memberikan waktu tambahan selama seminggu bagi Departemen Wakaf Islamiah untuk memenuhi perintah penutupan Musalla Ar-Rahmad di Masjid tersebut.

BY adminEdited Thu,14 Mar 2019,10:42 AM

Yerusalem, SPNA - Pasca pengosongan selama 16 jam, Militer Israel telah membuka kembali Masjid Al-Aqsa pada Rabu subuh (13/03/2019).

Penutupan Al-Aqsa disebabkan oleh terbakarnya sebuah ruangan milik militer Israel yang berada di dalam Masjid Al-Aqsa.

Pada hari Selasa (12/03), Militer Israel menuduh seseorang melemparkan bom Molotov yang menyebabkan pos militer mereka terbakar. Mereka merespon aksi OTK tersebut dengan memaksa para jemaah untuk meninggakan masjid dan menangkap sejumlah warga.

Saksi mata menyebutkan bahwa Israel telah membuka kembali Masjid Al-Aqsa beberapa saat menjelang waktu subuh. Keputusan Israel tersebut telah menenangkan emosi warga Palestina.

Sejak penutupan Masjid Al-Aqsa yang berlangsung setelah dhuhur hari Selasa, warga Palestina terpaksa melakukan shalat Asar, Magrib dan Isya di luar Masjid.

Departeman Wakaf Islamiah di Yerusalem dan Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan terdapat 16 warga yang terluka akibat bentrok dengan militer Israel pada saat penutupan Masjid.

Masih terkait Masjid Al-Aqsa, otoritas Israel juga memberikan tenggang waktu tambahan selama satu minggu bagi Departemen Wakaf Islamiah, untuk menjawab permintaan penutupan Musalla Ar-Rahmah.

Musalla Ar-Rahmah merupakan salah satu bagian Masjid Al-Aqsa yang ditutup oleh Israel sejak 16 tahun lalu. Beberapa pekan lalu warga Palestina berhasil membukanya kembali untuk dijadikan sebagai salah satu tempat shalat yang terletak di dalam pagar Masjid Al-Aqsa.

(T.HN/S: Aljazeera)

leave a reply
Posting terakhir

Pemerintah Israel kembali buka dua jalur penyeberangan di Gaza

Pemerintah Israel, Minggu pagi (31/03/2019) membuka kembali jalur penyeberangan Beit Hanoun dan Karem Abu Salem yang telah ditutup selama seminggu. Penutupan kedua jalur tersebut terjadi setelah roket milik gerakan pejuang Gaza mendarat di dekat Tel Aviv serta melukai 7 warga Israel.