Israel menyelidiki 11 kematian warga Palestina dalam aksi protes di perbatasan Gaza

Gaza, SPNA - Israel sedang melakukan penyelidikan kriminal terhadap pembunuhan 11 warga Palestina oleh pasukan Israel pada protes di perbatasan di Gaza tahun lalu, ....

BY adminEdited Thu,14 Mar 2019,12:37 PM

Gaza, SPNA - Israel sedang melakukan penyelidikan kriminal terhadap pembunuhan 11 warga Palestina oleh pasukan Israel pada protes di perbatasan di Gaza tahun lalu, para pejabat Israel pada hari Rabu (13/03/2019) mengungkapkan, seperti diwartakan Reuters.

Panel hak asasi manusia PBB mengatakan dua pekan lalu bahwa pasukan Israel telah membunuh 189 warga Palestina dan melukai lebih dari 6.100 pada protes yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 31 Desember.

“Tindakan mereka mungkin sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya.

Pejabat senior Israel, yang berbicara kepada wartawan di Jenewa pada hari Rabu, menolak temuan bahwa pasukannya mungkin telah melakukan kejahatan perang.

Laporan PBB juga mengatakan Israel telah membuka penyelidikan pidana hanya dalam lima kasus, termasuk kematian empat anak.

Tetapi seorang pejabat senior Israel mengatakan penyelidikan diadakan untuk setiap kematian. “Israel telah membuka sekitar 300 penyelidikan awal, dan penyelidikan kriminal sedang dilakukan terkait dengan 11 orang,” katanya.“

Ia menambahkan, “Jika kami menemukan seseorang yang melanggar hukum, maka akan ada konsekuensi. Tapi untuk kejahatan perang, maka itu adalah tindakan yang disengaja.”

“Di bawah aturan keterlibatan Israel, tembakan langsung hanya dapat digunakan jika ada ancaman nyata dan segera dari individu atau massa, dan hanya sebagai upaya terakhir”, tutur pejabat tersebut.

“Setiap peluru menerima otorisasi dari komandan berpengalaman di tempat kejadian,” katanya.

Para pengunjuk rasa Gaza menuntut Israel untuk meringankan blokade atas Gaza dan mengakui hak mereka untuk kembali ke tanah tempat keluarga mereka yang melarikan diri atau dipaksa, sejak Israel didirikan pada 1948.

Tiga puluh lima anak-anak, dua wartawan dan tiga paramedis yang “ditandai dengan jelas adalah di antara mereka yang dibunuh oleh pasukan Israel, yang melanggar hukum kemanusiaan internasional,” kata panel PBB.

Saat ditanya terkait pembunuhan tersebut, pejabat senior Israel mengatakan, “Gagasan pembunuhan tersebut merupakan kebijakan yang tidak pernah ditujukan pada wartawan, wanita atau anak-anak. Tetapi dalam beberapa peristiwa, seseorang bisa terkena kesalahan.”

Israel mengatakan pasukannya melepaskan tembakan untuk melindungi perbatasan dari serangan kelompok militan bersenjata.

Para pejabat menuduh para penyelidik PBB mengabaikan peran Hamas dalam menghasut warga sipil Palestina, mengerahkan gerilyawan di antara para aktivis, dan menembakkan 1.300 roket ke Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menolak laporan itu dan menuduh Dewan HAM PBB, yang meluncurkan penyelidikan, kemunafikan dan kebohongan yang dipicu oleh “kebencian obsesif terhadap Israel”.

Forum Jenewa yang diharapkan berlangsung minggu depan akan mendukung temuan panel, termasuk seruan untuk mengajukan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), kata para diplomat. Pengadilan Den Haag telah membuka penyelidikan awal terhadap tuduhan pelanggaran hak Israel di wilayah Palestina pada 2015.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir