Menteri Pekerjaan Umum: 84 Juta Dolar bantuan infrastruktur untuk Jalur Gaza

Menteri Pekerjaan Umum Palestina, Dr. Mufid Muhammad Hasaineh, mengumumkan proyek rekonstruksi Jalur Gaza dengan dana sebesar 84 Juta Dolar

BY adminEdited Thu,14 Mar 2019,02:33 PM

Jalur Gaza, SPNA - Menteri Pekerjaan Umum Palestina, Dr. Mufid Muhammad Hasaineh, mengumumkan proyek rekonstruksi Jalur Gaza dengan dana sebesar 84 Juta Dolar.

Hal ini disampaikan Hasaineh dalam pertemuan dengan perusahaan konstruksi di Jalur Gaza, Kamis (14/03/2019). Hasaineh juga menegaskan bahwa proyek tersebut akan dilaksanakan sesuai protokol yang disepakati.

Dr. Hasaineh menambahkan bahwa Pemeintah Italia mendonasikan 16 Juta Dolar untuk merekonstruksi Menara Italia di Jalur Gaza dan membangun 23 gedung perumahan.

Sementara pemerintah Malaysia menyumbang 6 Juta Dolar dan Jerman 23 Juta Dolar dimana dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun rumah warga Gaza yang hancur dalam perang.

Semetara itu, Pemerintah Kuwait juga menyumbang 35 Juta Dolar untuk insfrastruktur dan 4 Juta Dolar  untuk pembangunan Rumah Sakit Persalinan.

Al-Hasaineh juga meyampaikan terima kasih kepada sejumlah Negara yang berpartisipasi membangun Jalur Gaza.

Sejak beberapa hari terakhir,  Kementerian Pekerjaan Umum bekerjasama dengan UNRWA telah memulai proyek renovasi 700 unit rumah dengan biaya sebesar 7 Juta Dolar ditambah 10 Juta Dolar Pemerintah Arab Saudi.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.  Di masa itu, Gaza hancur lebur akibat 3 perang besar tahun 2009, 2012 serta 2014 yang melumpuhkan seluruh sektor kehidupan di Gaza.

Situasi ini diperparah setelah Pemerintah AS bulan lalu menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza.

Akibatnya,  warga Gaza menggelar aski masal “Great March of Return”, menuntut Israel untuk menghapus blokade yang membuat warga Gaza sengsara serta memulangkan pengungsi Palestina ke tanah air.

Awal 2018 lalu, Sekjen PBB, Antonio Guterres bahkan telah menegaskan bahwa Gaza yang memiliki populasi dua juta jiwa tersebut akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020.

Sementara itu Profesor Hubungan Internasional Universitas Oxford, Avi Shlaim mengatakan bahwa Israel telah mengubah Jalur Gaza menjadi penjara terbesar di dunia. 

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir