Abdelaziz Bouteflika di ambang pintu pelengseran

Presiden Aljazair yang didemo rakyatnya dalam beberapa waktu terakhir disebutkan akan meninggalkan kursi kepresidenan pada pekan ini. Selain dari demonstran, militer juga memaksanya untuk lengser.

BY adminEdited Mon,01 Apr 2019,02:35 PM

Algiers, SPNA - Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika,  disebutkan akan mengumumkan pengunduran dirinya dalam pekan ini. Hal tersebut dilakukan pasca demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh warga Aljazair yang memintanya lengser dari jabatan kepresidenan.

Selain itu, Presiden yang telah menjabat selama 20 tahun tersebut juga mendapatkan tekanan dari militer untuk mundur.

Otoritas negara tersebut pada hari ini, Senin (01/04/2019), telah mengeluarkan larangan mendarat atau terbang bagi pesawat pribadi di seluruh bandara yang ada di Aljazair selama sebulan.

Salah satu media Aljazair, Ennahar TV, menyebutkan bahwa Bouteflika akan mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Selasa besok.  Namun media lainnya hanya menyebutkan bahwa kemungkinan tersebut akan terjadi pada pekan ini, tanpa memberikan tanggal pasti.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, saat berpidato dalam Forum KTT Liga Arab di Tunisia, mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh setiap usaha untuk menjamin pemindahan kekuasaan secara demokrasi.

Pada 10 Februari lalu, Bouteflika mengumumkan pencalonan dirinya untuk maju kembali dalam pemilu presiden. Menurut pengakuannya ia hanya bermaksud memenuhi keinginan rakyat. Bouteflika berjanji akan melakukan perubahan mendalam dengan melibatkan berbagai pihak, jika ia terpilih kembali.

Sejak pengumuman tersebut, warga Aljazair yang menolak pencalonannya melakukan unjuk rasa di berbagai tempat. Mereka mendesak Presiden empat periode tersebut untuk membatalkan niatnya.

Bouteflika dianggap tidak lagi layak untuk menjadi presiden akibat gangguan kesehatan yang dialaminya. Ia juga dikritik karena tidak bisa memperbaiki ekonomi negara.

Bouteflika pertama kali dilantik memimpin Aljazair pada tahun 1999. Ia kemudian jarang tampil di depan publik sejak 2013 akibat alasan kesehatan. Ia disebut mengalami stroke.

Bouteflika mendapat kepercayaan rakyat karena berhasil menghentikan perang saudara yang berlangsung selama sepuluh tahun. Menurut data resmi, perang tersebut sedikitnya telah merenggut 200 ribu nyawa warga.

(T.HN/S: Arab 48)

leave a reply