Pusat HAM Golan menolak rencana Israel untuk mendirikan permukiman baru

Rencana ini datang hanya satu minggu setelah Amerika Serikat mengakui klaim "kedaulatan" Israel atas Golan yang diduduki.

BY adminEdited Thu,04 Apr 2019,01:52 PM

Bethlehem, SPNA - Pusat Hak Asasi Manusia Arab di Dataran Tinggi Golan (Al-Marsad) sangat prihatin dengan laporan rencana pemerintah Israel yang baru untuk memindahkan pemukim ilegal ke Golan Suriah yang diduduki. Rencana ini, yang datang hanya satu minggu setelah Amerika Serikat mengakui klaim "kedaulatan" Israel atas Golan yang diduduki, berkonflik langsung dengan hukum internasional. Langkah ini adalah upaya terbaru Israel untuk memajukan kebijakan diskriminatif sistematis.

Pada hari Senin (01/04/2019), dilaporkan bahwa Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel telah mengembangkan rencana untuk memindahkan 250.000 pemukim ilegal ke Golan yang diduduki pada tahun 2048. Rencana tersebut termasuk membangun 30.000 unit rumah baru, menciptakan 45.000 pekerjaan baru, dan membangun dua kota baru. Saat ini, Golan yang diduduki adalah rumah bagi 34 pemukiman ilegal dan setidaknya 167 bisnis permukiman ilegal. Permukiman ilegal ini dan penduduknya telah menggantikan 340 desa Suriah dan sekitar 130.000 warga sipil Suriah di Golan yang diduduki.

Rencana yang dilaporkan ini adalah ilustrasi terbaru dari permusuhan Israel yang ceroboh terhadap hukum internasional. Israel telah membuktikan bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk memenuhi kewajibannya di bawah Konvensi Jenewa Keempat untuk Perlindungan Warga Sipil di Saat Perang, yang jelas melarang pemindahan penduduk ke wilayah yang diduduki.

Kegiatan permukiman ilegal Israel dan upaya untuk mengubah status Golan yang diduduki telah ditolak dan dikutuk berkali-kali oleh badan-badan PBB, termasuk Dewan Keamanan. Namun, Israel terus berusaha mengubah status Golan yang diduduki melalui perluasan permukiman ilegal. Israel, sekarang dengan dukungan AS, telah meningkatkan upayanya untuk mengambil keuntungan dari situasi kacau di Suriah.

Rencana Israel tersebut akan semakin memperkuat diskriminasi sistematis Israel terhadap 27.000 warga Suriah yang masih tinggal di Golan yang diduduki dan menjadikan keberadaan mereka diperdebatkan. Israel memperluas strateginya untuk menghilangkan populasi Suriah di Golan yang diduduki. Ini sangat melanggar hukum internasional dan benar-benar mengejutkan.

Al-Marsad dengan tegas menolak rencana yang dilaporkan tersebut dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk melindungi penduduk asli Suriah dari Golan yang diduduki ketika Israel terus berusaha menghilangkan keberadaan mereka.

(T.RA/S: PNN)

leave a reply