RATUSAN SANTRI DAARUT TAUHIID DI PALESTINA PERINGATI ISRA MI'RAJ di Masjid DT, Bertema Perjalanan Suci Rasululloh

Acara yang digelar, Minggu (07/04/2019) tersebut untuk mengenang kembali peristiwa fenomenal yang dialami Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di malam 27 Rajab. Acara ini bagian dari program keagamaan Daarut Tauhiid di Jalur Gaza.

BY adminEdited Mon,08 Apr 2019,03:21 PM

Jalur Gaza, SPNA - Ratusan santri Daarut Tauhiid Peduli di Palestina peringati peristiwa Isra Mi'raj. Acara yang diadakan, Minggu (07/04/2019) tersebut bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa fenomenal yang dialami Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam di malam 27 Rajab. Acara ini juga bagian dari program sosial pendidikan Daarut Tauhid di Jalur Gaza.

Tak kurang 200 siswa Baitul Qur’an DT Peduli dari Jabaliya Gaza utara dan Deir Balah Gaza tengah ikut memeriahkan acara tersebut. “kajian ini bertujuan untuk mengenang kembali perjalanan suci Baginda Nabi  Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di malam  Isra’ dan Mi’raj yang merupakan salah satu peristiwa sejarah paling penting dalam Islam. Semua umat Islam harus mengetahui rekam sejarah peristiwa ini, ‘’ terang Syeikh Dr. Mahmoud Manoun selaku wakil ketua Baitul Qur'an DT Peduli di Jalur Gaza.

Ketua Pembina Baitul Qur’an DT Peduli Jalur Gaza tersebut juga menjelaskan bahwa seminar Isra’ dan Miraj bertujuan membantu menambah wawasan siswa. Dalam seminar ini, para siswa dibekali wawasan mengenai mukjizat Isra’ dan Mi’raj seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis dimana Allah menurunkan perintah sholat yang merupakan rukun paling penting dalam Islam di malam mulia ini.  Seminar tersebut juga diselingi dengan bacaan puisi dan nasyid.

Salah satu pembina Baitul Qur'an Syeikh Yasin al-Khaswan dalam pidatonya juga menjelaskan bahwa “Peringatan Isra’ dan Mi’raj adalah ibadah untuk menghidupkan Sunnah Rasululllah Shallallahu alaihi wa sallam.” Beliau juga menambahkan bahwa peringatan Isra’ dan Mi’raj sangat terkait dengan kedudukan Masjid Al-Aqsa dan kota suci Al-Quds.

Di malam itu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menjadi Imam Sholat para Nabi dan Rasul sebelum melakukan perjalanan “Mi’raj” ke Sidratul Muntaha. “Peristiwa Isra’ dan Mi’raj memberikan pesan nyata bahwa  Masjid Al-Aqsa adalah situs suci bagi umat Islam. Bagi rakyat Palestina memperingati peristiwa mulia ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan sejarah muslim Palestina.” Syaikh al-Khaswan menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Daarut Tauhid serta rakyat Indonesia yang selalu memberikan dukungan terhadap Palestina.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada muslimin di Indonesia wa bil khusus kepada pihak Yayasan DT Peduli dan juga kepada Bapak Abdillah Onim Aktivis Kemanusiaan Indonesia di Palestina atas kontribusinya dalam membantu Paletstina, ‘’ tambahnya.

Acara tersebut diakhiri pembacaaan ayat suci Al-Qur’an serta pembagian manisan kepada siswa dan keluarga mereka yang ikut berpartisipasi.  Daarut Tauhid Peduli adalah salah satu Lembaga Indonesia yang beroperasi di Jalur Gaza. Sejak didirikan, Daarut Tauhid sudah menyelenggarakan sejumlah program sosial dan pendidikan, seperti mendirikan rumah Tahfiz Baitul Qur’an dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Baitul Qur’an, sendiri memiliki 7 kelas yang tersebar di Deir Balah Gaza tengah dan Jabaliya Gaza Utara dimana 150 siswa menghafal Al-Qur’an  di rumah Tahfiz tersebut. Baitul Qur’an juga menyelenggarakan sejumlah program kegiatan sosial dan pendidikan, seperti penyaluran bantuan kemanusiaan kepada siswa dan keluarga mereka.

Jalur Gaza adalah wilayah yang terisoliasi akibat blokade yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun.  Di masa itu, Gaza hancur lebur akibat 3 perang besar tahun 2009, 2012 dan 2014 yang melumpuhkan seluruh sektor kehidupan di Gaza.

Situasi ini diperparah setelah Pemerintah AS bulan lalu menghentikan donasinya terhadap Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Gaza. Di tengah situasi Gaza yang meresahkan ini, Indonesia hadir memberikan bantuan dan sokongan baik bersifat moril atau materil. Bagi rakyat Gaza, Indonesia adalah harapan baru dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan di Palestina. Meskipun demikian rakyat Palestina masih membutuhkan uluran tangan.

leave a reply
Posting terakhir