Hamas: Hasil pemilu Israel tidak berpengaruh terhadap Palestina

Tokoh dan partai-partai politik di Israel merupakan wajah berbeda untuk kepentingan dan misi yang sama. Hamas menyebutkan apapun hasil pemilu Israel tidak akan memberikan sedikitpun perubahan positif terhadap Palestina.

BY adminEdited Thu,11 Apr 2019,02:54 PM

Gaza, SPNA - Salah satu gerakan perjuangan rakyat Palestina, Hamas, mengatakan bahwa semua tokoh dan partai politik di Israel merupakan wajah berbeda untuk tujuan yang sama. Hasil pemilu Israel sama sekali tidak akan memberikan perubahan berarti bagi kepentingan Palestina.

Juru bicara Hamas, Abdul Latif Al-Qanu’, ketika menanggapi hasil pemiliu Israel yang baru saja berlangsung, 9 April, Ia mengatakan, “Kita sedang berbicara tentang sebuah negara yang secara keseluruhananya adalah pembunuhan, kriminal dan penjajahan. Seluruh pejabat Israel tangan mereka basah dengan darah warga Palestina.”

“Pemerintah manapun yang terbentuk pasca pemilu, mereka tetap pemerintahan kriminal. Kita harus melawannya secara bersama.” Tambah Al-Qanu’.

Dalam pemilu yang berlangsung pada hari Selasa pekan ini, Netanyahu kembali memperoleh suara dominan.

Partai Likud yang dipimpin Benjamin Netanyahu dan Koalisi Biru Putih merupakan dua kubu yang akan bersaing ketat dalam pemilu Selasa. Koalisi Blue and White menunjuk Benny Gantz untuk bersaing dengan Netanyahu.

Media Israel, pertengahan Maret lalu, menyebutkan bahwa Presiden Palestina, Mahmud Abbas lebih mendukung Gantz untuk menumbangkan Netanyahu.

Hal tersebut disebabkan oleh hubungan buruk antara Abbas dan Netanyahu. Juga bisa diartikan sebagai tanda atas keinginan pemerintah Palestina di Tepi Barat untuk bernegosiasi dengan Israel demi menyelesaikan konflik.
(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply
Posting terakhir
Jenderal Militer IDF: 3 Perang terhadap Gaza tidak  membuahkan hasil apapun

Jenderal Militer IDF: 3 Perang terhadap Gaza tidak membuahkan hasil apapun

Komandan Pasukan Khusus IDF, ‘’Ayelet Shaked’’ tersebut menambahkan bahwa Pasukan IDF tidak siap dalam 3 perang terakhir di Jalur Gaza. “Kami melihat pasukan IDF tak siap dengan perang dan tidak memiliki strategi, ‘’ terangnya kepada Channel 7 Israel seperti dikutip Palinfo, Selasa (26/02/2019).