WHO menyerukan perlindungan terhadap petugas dan fasilitas kesehatan di Gaza

Sebanyak 446 serangan terjadi terhadap perawat kesehatan di Gaza sejak dimulainya 'The Great March of Return' pada 30 Maret 2018.

BY adminEdited Sun,14 Apr 2019,02:34 PM

Bethlehem, SPNA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan perlindungan bagi pekerja kesehatan dan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza yang terkepung, menyusul meningkatnya jumlah pekerja kesehatan yang terbunuh atau terluka dan fasilitas yang rusak akibat tembakan tentara Israel.

WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa pihaknya telah mencatat sebanyak "446 serangan terhadap perawat kesehatan di Gaza sejak dimulainya 'The Great March of Return' pada 30 Maret 2018."

Serangan-serangan tersebut telah mengakibatkan tiga kematian dan 731 cedera di antara petugas kesehatan, sementara 104 ambulan dan enam transportasi kesehatan lainnya  rusak, demikian pula yang pada lima fasilitas kesehatan dan satu rumah sakit.

Selain risiko pribadi dan kerusakan pada perawat kesehatan, petugas kesehatan juga menghadapi hambatan substansial untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Penembakan terhadap petugas kesehatan dan mereka yang terluka mencegah atau menghambat akses terhadap perawatan. Selain itu, menyaksikan peristiwa semacam ini memiliki implikasi signifikan bagi kesehatan mental jangka panjang dan pekerjaan yang berkelanjutan.

WHO menyimpulkan, “WHO mengulangi seruannya untuk perlindungan pekerja kesehatan dan fasilitas kesehatan. Perawatan kesehatan tidak boleh menjadi target penembakan."

(T.RA/S: Ma'an News)

leave a reply
Posting terakhir