Israel menarik pasukannya dari perbatasan Gaza

Pasukan Israel akan kembali ke pangkalan mereka dan melanjutkan latihan untuk "siap menghadapi keadaan darurat."

BY adminEdited Mon,15 Apr 2019,01:21 PM

Gaza, SPNA - Israel pada hari Minggu (14/04/2019) menarik pasukan militer yang dikerahkannya di sekitar Jalur Gaza, Al-Sharq Al-Awsat melaporkan.

Surat kabar Arab itu mengatakan bahwa Channel 12 Israel mengungkapkan bahwa keputusan itu dibuat setelah evaluasi militer terhadap situasi saat ini di Gaza dilakukan. Pasukan sekarang akan kembali ke pangkalan mereka dan melanjutkan latihan untuk "siap menghadapi keadaan darurat."

"Tentara Israel masih dipersiapkan dengan sangat baik untuk keadaan darurat apa pun," kata seorang juru bicara militer.

Israel telah mengerahkan bala bantuan di sepanjang zona perbatasan Gaza-Israel menjelang peringatan satu tahun Great March of Return.

Sejak Palestina mulai menggelar unjuk rasa reguler di sepanjang zona perbatasan pada 30 Maret tahun lalu, lebih dari 250 demonstran telah terbunuh oleh tembakan tentara Israel.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan bulan lalu, PBB mengatakan bahwa agresi Israel terhadap para demonstran Gaza selama tahun lalu - termasuk penargetan yang disengaja dari para demonstran yang tidak bersenjata - dapat dipandang sebagai "kejahatan perang."

Demonstran menuntut hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah, dari mana mereka diusir pada 1948 untuk memberi jalan bagi terbentuknya negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade Israel atas Gaza yang telah berlangsung selama 12 tahun, yang telah menghancurkan ekonomi wilayah kantong tersebut dan menyulitkan sekitar dua juta penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir

Afrika Selatan akan segera menarik Duta Besarnya dari Israel

Pemerintah Afrika Selatan, Senin (14/05/2018), mengecam keras agresi kekerasan yang dilancarkan pasukan bersenjata Israel di sepanjang perbatasan Gaza, yang telah menyebabkan kematian 52 pengunjuk rasa damai, yang memprotes peresmian kedutaan AS di Yerusalem.