“Deal of the Century” tidak akan memasukkan negara Palestina

Sumber yang akrab dengan "Deal of the Century" mengatakan rencana akan sangat fokus pada masalah keamanan Israel.

BY adminEdited Mon,15 Apr 2019,01:26 PM

Washington, SPNA - "Deal of the Centeruty" yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump guna menyelesaikan konflik Arab-Israel menjanjikan perbaikan praktis dalam kehidupan orang-orang Arab Palestina. Namun, kemungkinan tidak akan memberi kepastian terkait negara Palestina yang terpisah dan berdaulat penuh. Hal ini seperti diungkapkan oleh para pejabat yang akrab dengan rencana ini kepada The Washington Post pada hari Minggu (14/04/2019).

Gedung Putih diperkirakan akan meluncurkan paket perdamaian -yang telah lama dinanti-nanti- pada musim semi ini atau awal musim panas, setelah lebih dari dua tahun diusahakan oleh penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner. Para pejabat telah merahasiakan detail rencana itu, tetapi komentar dari Kushner dan pejabat AS lainnya menunjukkan bahwa rencana ini akan menghilangkan status negara (Palestina) sebagai landasan awal atas upaya perdamaian seperti yang telah terjadi selama dua dekade terakhir.

Rencana tersebut kemungkinan besar akan fokus pada masalah keamanan Israel, menurut The Washington Post.

Para pejabat Arab yang akrab dengan tawaran Kushner mengatakan bahwa menantu Trump tersebut tidak menawarkan secara spesifik tetapi menyarankan bahwa rencana itu menghidupkan peluang ekonomi bagi warga Palestina. Selain itu, tercium akan adanya kontrol Israel atas wilayah yang disengketakan.

Kushner dan pejabat AS lainnya mengaitkan perdamaian dan pembangunan ekonomi dengan pengakuan Arab terhadap Israel dan menerima versi status quo tentang "otonomi" Palestina, yang bertentangan dengan "kedaulatan," kata para pejabat yang telah berbicara dengan tim Kushner.

"Kami percaya kami memiliki rencana yang adil, realistis dan dapat diterapkan yang akan memungkinkan orang untuk hidup lebih baik," kata seorang pejabat senior Gedung Putih pada hari Jumat.

(T.RA/S: Israel National News)

leave a reply
Posting terakhir