Netanyahu sambut girang hukuman terbaru Amerika terhadap Iran

Netanyahu mendukung penuh keputusan terbaru Amerika terhadap Iran. Ia menyebut keputusan Amerika tersebut sebagai langkah penting untuk melawan kebrutalan Iran.

BY adminEdited Tue,23 Apr 2019,02:53 PM

Nazareth, SPNA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyambut girang hukuman terbaru Amerika Serikat untuk Iran. Hukuman tersebut berupa penolakan Amerika untuk memberikan ekstensi izin terhadap beberapa negara yang masih mengimpor minyak bumi dari Iran.

Media Israel melaporkan bahwa Netanyahu menganggap keputusan Gedung Putih sebagai “langkah penting untuk menekan pergerakan pemerintahan teroris Iran.”

Ia menambahkan, “Kita akan terus berdiri satu barisan dengan Amerika dalam melawan kebrutalan Iran. Inilah solusi yang paling cocok untuk membendung mereka.”

Donald Trump, pada hari Senin (21/04/2019), mengumumkan bahwa dirinya tidak akan memperpanjang izin delapan negara yang mendapatkan keistimewaan untuk membeli minyak  dari Iran.

Gedung Putih menyebutkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menutup rapat jalur ekspor minyak Iran dan membuat negara tersebut kehilangan pemasukan terbesarnya.

Sebagai hukuman terhadap aktivitas nuklir Iran, pada  tanggal 5 November tahun  lalu, Amerika Serikat memberlakukan hukuman terhadarp Iran dengan menutup ekspor minyak mereka. Namun demikian, Amerika memberikan keistimewaan kepada delapan negara untuk tetap menjalin kontrak pembelian minyak dengan Iran.

Pengecualian tersebut disebutkan sebagai kesempatan yang diberikan Amerika kepada Iran untuk meninjau kembali rencana nuklir mereka.

Delapan negara tersebut adalah Cina, India, Italia, Turki, Yunani, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Keputusan Trump tersebut akan mulai diterapkan pada bulan Mei mendatang.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply