AS serukan Presiden Abbas untuk kunjungi Jalur Gaza

Delegasi Amerika Serikat untuk Timur Tengan, Jason Greenblatt, Selasa (30/04/2019) menyerukan Presiden Mahmoud Abbas dan seluruh pemimpin Palestina untuk kunjungi Jalur Gaza.

BY adminEdited Tue,30 Apr 2019,03:02 PM

Washington, SPNA - Delegasi Amerika Serikat untuk Timur Tengan, Jason Greenblatt, Selasa (30/04/2019) menyerukan Presiden Mahmoud Abbas dan seluruh pemimpin Palestina untuk kunjungi Jalur Gaza.

“Petinggi Gerakan Jihad Islam, Khaled al-Batsh mengajak Presiden Abbas untuk berkunjung ke Gaza, dan saya mendukung ajakan tersebut, ‘’ tulisnya di Twitter, seperti dikutip Ramallah News.

“Sudah saatnya bagi Presiden Abbas untuk mengunjungi Jalur Gaza dan  memberikan mereka pertolongan. Karena Palestina berhak mendapatkan hidup yang lebih layak,’’ ujarnya.

6 Desember 2017 lalu, Donald Trump mendeklarasikan bahwa kota suci Al-Quds adalah ibukota Israel. Trump kemudian merelokasi kedubes AS yang sebelumnya beroperasi di Tel Aviv menuju kota suci umat Islam, Al-Quds.

Langkah ini menimbulkan kecaman dari masyarakat internasional khususnya Negara Islam.  Majelis Umum PBB sendiri dalam sidang darurat dengan dukungan 128 negara menolak langkah AS tersebut.

Kebijakan Trump yang melanggar hukum dan mengancam solusi dua Negara itu juga memaksa Palestina untuk menolak Deal of Century serta menolak posisi Amerika Serikat sebagai mediator perundingan damai Palestina – Israel yang berujung kepada pemutusan bantuan kepada Palestina dan UNRWA yang merupakan tulang punggung sebagian besar rakyat Palestina.

AS juga menutup Biro Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington, lalu memutuskan seluruh bantuan kemanusiaan terhadap Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Donald Trump juga menandatangani resolusi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

Akibatnya, Palestina menolak menjadikan AS jurudamai Palestina – Israel dan menolak Deal of Century.

Deal  of Century atau kesepakatan abada ini adalah solusi perdamaian yang dirumuskan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Palestina. Solusi tersebut menempatkan warga Palestina di luar wilayah tanah air mereka serta menghilangkah ‘’hak kembali’’ bagi warga Palestina yang sudah deportasi   ke  tanah air

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan akan mempublikasikan Deal of Century atau “Kesepakatan Abad Ini’’ setelah bulan Ramadan mendatang.

Washington Post sebelumnya, melaporkan bahwa Deal of Century sama sekali tidak mendukung solusi dua Negara dan tidak mendukung kemerdekaan Palestina bersama dengan Israel.

Disaat yang sama, 37 Mantan Presiden dan Menteri Luar Negeri Eropa melalui sebuah petisi menyerukan Uni Eropa untuk mendukung solusi dua negara dalam mengakhiri konflik Israel-Palestina.

Dalam petisi Petisi itu, 37 mantan pemimpin Eropa tersebut menuntut agar Uni Eropa menolak Deal of Century jika tidak menghormati hukum internasional.

Mantan Wakil Presiden Mesir, Muhammad El-Baradei mengatakan bahwa Kesepakatan Abad ini yang dirumuskan AS bertujuan untuk menghapus sisa-sisa hak bangsa Palestina.

Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional tersebut juga menyerukan agara Negara Arab bersatu melawan kebijakan Trump yang bertujuan menghapus hak-hak bangsa Palestina.

“Yang diketahui dari Deal of Centruy saat ini, hanya mendukung pertumbuhan ekonomi Israel, membentuk pemerintah istimewa untuk Palestina, bukan negara merdeka.  Sekali lagi saya menyerukan Negara Arab untuk bersatu melawan Deal of Century yang bertujuan menghapus sisa-sisa hak bangsa Palestina.”

 (T.RS/S:RamallahNews)

leave a reply
Posting terakhir