Laporan: Hari Buruh Internasianl, angka pengangguran Palestina meningkat di 2018

Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran meningkat dari 377.000 pada 2017 menjadi 426.000 pada 2018.

BY adminEdited Wed,01 May 2019,02:44 PM

Ramallah, SPNA - Pengangguran di Palestina meningkat pada 2018 hingga mencapai sekitar 31 persen dari angkatan kerja dibandingkan 2017 yang mecapai 28 persen. Jumlah pengangguran meningkat dari 377.000 pada 2017 menjadi 426.000 pada 2018, Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) mengungkapkan, Kamis (30/04/2019), sehari menjelang Hari Buruh Internasional.

Menurut Wafa, dikatakan bahwa pengangguran sedikit menurun di Tepi Barat. Hal ini berbeda dengan Jalur Gaza yang mengalami peningkatan secara mencolok, sehingga meningkatkan angka pengangguran di Palestina secara keseluruhan pada 2018, yaitu 31 persen.

Di Tepi Barat, tingkat pengangguran sekitar 18 persen pada 2018, menurun dari tahun 2017 yaitu 19 persen.

Sementara di Jalur Gaza, tingkat pengangguran sekitar 52 persen pada 2018, meningkat dari tahun 2017, yaitu 44 persen.

Di provinsi Jenin dan Betlehem, tercatat warga Palestina yang kehilangan pekerjaan mencapai 21 persen, diikuti Hebron mencapai 20 persen. Tingkat terendah di Tepi Barat adalah di Provinsi Qalqiliya, yaitu sekitar tujuh persen, lalu Yerusalem dengan mencapai 11 persen.

Di Jalur Gaza, provinsi Khan Younis tercatat tingkat pengangguran tertinggi yang mencapai 58 persen, diikuti oleh Deir Al-Balah mencapai 57 persen, sementara tingkat terendah adalah di Gaza dengan tingkat sekitar 48 persen.

Tingkat pengangguran tertinggi tercatat di kalangan pemudi

berusia 19 hingga 29 tahun, yang mencapai sekitar 44 persen (27 persen di Tepi Barat dan 69 persen di Jalur Gaza).

Dari mereka yang bekerja, 33 persen yang bekerja di sektor swasta menerima upah kurang dari standar upah minimum yaitu 1.450 shekel ($ 402) per bulan; 13 persen di Tepi Barat dan 80 persen di Jalur Gaza yang terkepung.

Sekitar dua pertiga dari orang yang dipekerjakan di Palestina diklasifikasikan sebagai pekerjaan informal, dan sekitar seperempat dari karyawan sektor swasta menerima tunjangan.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply