PM Israel lakukan sidang darurat pasca serangan roket di Jalur Gaza

Perdana Meneri Israel Benyamin Netanyahu, Sabtu (04/05/2019) melakukan sidang darurat bersama Kepada Staf Angkatan Darat Israel, National Security dan sejumlah lembaga keamanan Israel di Tel Aviv.

BY adminEdited Sat,04 May 2019,04:06 PM

Tel Aviv, SPNA - Perdana Meneri Israel Benyamin Netanyahu, Sabtu (04/05/2019) melakukan sidang darurat bersama Kepada Staf Angkatan Darat Israel, National Security dan sejumlah lembaga keamanan Israel di Tel Aviv.

Sidang tersebut dilakukan setelah pasukan pejuang Gaza dan IDF saling melakukan serangan roket. 4 warga Gaza dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut.

Puluhan roket pejuang Gaza dilaporkan jatuh di sejumlah permukiman Israel di perbatasan Gaza, seperti dikutip Sky News, Sabtu (04/05/2019).

Berdasarkan keterangan Pasukan Pendudukan Israel (IDF), hingga saat ini hampir 90 roket yang dilepas dari Jalur Gaza jatuh di wilayah yang diduduki Israel. hanya belasan yang berhasil dibendung oleh sistem pertahanan rudal,  Iron Dome.

Sementara surat kabar Israel menyebutkan bahwa jumlah roket yang dilepas dari Jalur Gaza mencapai 100 unit. Sirene berbunyi  di Tel Aviv, Ashdoud dan Ashkelon pasca serangan tersebut.

Bupati kota Ashkelon memberikan instruksi untuk membuka shelter guna melindungi warga Israel dari serangan roket Gaza.

Sementara itu Pesawat tempur IDF juga melakukan serangan balasan menargetkan sejumlah wilayah  di Gaza utara.

2 warga Palestina juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut. Sebelumnya 2 demonstran Palestina juga dilaporkan gugur dalam demonstrasi di perbatasan Gaza, Jum’at (04/04/2019).

Ribuan warga Palestina dilaporkan berpartisipasi dalam aksi membela Golan Suriah. Aksi tersebut adalah bagian dari demonstrasi Great March of Return yang dimulai sejak setahun silam.

Sebelumnya, Sekjen Jihad Islam, Ziyad Nakhaleh menegaskan akan menyerang kota-kota besar di Israel jika IDF mencoba  menargetkan petinggi pejuang Gaza. “

Berdasarkan laporan dilansir Maannews,  5 petinggi sayap militer Jihad Islam meninggalkan Gaza menuju Cairo untuk menghadiri sidang dengan sejumlah pejabat Mesir.

Diantara mereka adalah Baha’ Abu Atha’  yang sudah beberapa kali diancam akan dibunuh oleh pasukan IDF.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply