Jumat pertama Ramadhan, warga Palestina berbondong-bondong ke Masjid Al-Aqsa

Para jamaah harus melewati banyak pos pemeriksaan keamanan Israel untuk  bisa melakukan shalat Jumat di situs suci tersebut.

BY adminEdited Sat,11 May 2019,10:23 AM

Al-Quds, SPNA - Muslim Palestina dari seluruh penjuru Tepi Barat yang diduduki Israel, berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur (Al-Quds), guna melaksanakan shalat Jumat pertama di bulan suci Ramadhan.

Para pengunjung, seperti biasa, dipaksa melewati banyak pos pemeriksaan keamanan Israel untuk bisa melakukan shalat Jumat di situs suci tersebut.

Sejak pagi, lalu lintas di pos pemeriksaan keamanan Qalandia - yang terletak antara Yerusalem dan kota Ramallah di Tepi Barat - sangat padat.

Pemerintah Israel dilaporkan melarang pria Palestina di bawah usia 40 tahun untuk memasuki Yerusalem Timur, sementara para wanita diizinkan masuk.

Terlepas dari halangan-halangan ini, Otoritas Badan Wakaf Yerusalem, sebuah lembaga yang dikelola Yordania yang bertanggung jawab untuk mengawasi situs-situs suci Muslim dan Kristen di kota itu, tetap memasukkan puluhan ribu jamaah.

Pada Jumat sore (10/05/2019), Sheikh Azzam al-Khatib, direktur jenderal otoritas Badan Wakaf, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa hampir 180.000 jamaah telah melakukan sholat Jum'at di Al-Aqsa, yang bagi umat Islam merupakan situs paling suci ketiga di dunia.

Murad Qassem, seorang warga Palestina Tepi Barat yang berusia 44 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency saat dalam perjalanan ke Yerusalem, “Ramadhan hanya datang setahun sekali, ini adalah kesempatan untuk mengunjungi Al-Aqsa yang diberkati."

"Israel berusaha merampas hak kami untuk beribadah dan berdoa di sana," keluhnya.

Di pos pemeriksaan Al-Eizariya di Yerusalem Timur serta pos-pos pemeriksaan di dekat Betlehem (sekitar 10 kilometer selatan Yerusalem), juga terlihat keamanan yang meningkat dan kemacetan lalu lintas yang padat.

Beberapa pemuda Palestina mencoba menyeberangi penghalang Israel yang memisahkan Yerusalem dari kota Al-Ram, beberapa di antaranya berhasil meskipun dikejar oleh polisi Israel.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967.

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, lalu mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang "abadi dan tidak terbagi."

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply
Posting terakhir