Amerika waspadai serangan Iran terhadap kapal dagang di Laut Merah

Amerika Serikat menuduh Iran berencana mengganggu kepentingan Amerika di Timur Tengah. Pesawat tempur dan rudal patriot mulai diangkut ke Timur Tengah untuk mengamankan jalur perdagangan.

BY adminEdited Sat,11 May 2019,02:14 PM

Washington, SPNA - Militer Amerika, Jumat (10/05/2019), mengeluarkan ultimatum untuk mewanti-wanti serangan Iran dan sekutunya terhadap kapal dagang yang melewati Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.

Setiap kapal yang membawa bendera Amerika diinstruksikan untuk melaporan diri ke Armada Kelima Amerika Serikat (United States Fifth Fleet), salah satu Pangkalan Laut Amerika yang berada di wilayah teluk.

Ketakutan Amerika tersebut dipicu oleh pernyataan salah satu tokoh agama Iran yang mengatakan bahwa armada militer amerika dapat dihancurkan hanya dengan satu rudal Iran.

Amerika kabarnya telah mengirimkan pesawat pengebom strategis bertenaga jarak jauh, subsonik Amerika, B 52, untuk mengamankan perairan Laut Merah.

Reuters juga menyebutkan Kementerian Pertahanan Amerika telah menyetujui penambahan Rudal patriot yang akan dipasang di Timur Tengah.

Di pihak lain, Pemerintah Iran menolak tuduhan Amerika tersebut. Mereka tidak pernah berniat untuk menyerang situs-situs aset Amerika di Timur Tengah. Apa yang dilakukan Amerika semata-mata hanya usaha untuk mengkambingkan Iran.

Rabu (08/05/2019) lalu, Amerika Serikat, kembali mengancam Iran dengan tambahan hukuman baru. Selain itu, pemerintahan Paman Sam di bawah Donald Trump juga mengecam Uni Eropa atas kerja sama tanpa Dolar yang dilakukan dengan pemerintahan Iran.

Pasca keluarnya Amerika dari perjanjian Nuklir Iran, Uni Eropa meluncurkan terobosan perdagangan baru untuk menjaga hubungan dengan Iran.

Keluarnya Amerika Serikat secara sepihak dari perjanjian Nuklir Iran terjadi pada tanggal 8 Mei 2018. Dengan demikian Amerika kembali mengaktifkan berbagai hukuman terhadap negara tersebut.

Tidak hanya sampai di situ. Amerika juga mengancam negara-negara internasional untuk tidak melakukan transanksi perdagangan dengan Iran. Amerika dan Israel melihat bahwa Iran merupakan sumber kekacauan di wilayah Timur Tengah.

(T.HN/S: Arabic.sputniknews)

leave a reply
Posting terakhir