Puluhan imigran menuju ke Eropa tenggelam di lepas pantai Tunisia

65 imigran dari Afrika tenggelam di perairan Tunisia akibat diterjang ombak. Mereka berangkan dari Pantai Zawara, Libia, pada hari Kamis (09/05), untuk mencari suaka ke Eropa.

BY adminEdited Sat,11 May 2019,02:15 PM

Tunisia, SPNA - Tidak kurang dari 65 imigran, Jumat (10/05/2019), meninggal dunia akibat tenggelamnya perahu yang seharusnya membawa mereka ke Italia, di lepas pantai Tunisia.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dalam sebuah pernyataannya mengatakan tim penyelamat berhasil mengevakuasi 16 imigran sebelum ditelan ombak.

Para korban yang selamat mengaku berangkat dari pantai Zuwara, Libia, pagi Kamis (09/05/2019). Namun naas, perahu yang mereka tumpangi diterjangan ombak besar satelah beberapa jam meninggalkan tapi pantai.

Enam belas warga yang selamat saat ini telah dibawa oleh AL Tunisia ke kota Zarzis, Tunisia. Salah satu dari mereka langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Sedangkan lainnya bertahan di atas kapal menunggu izin masuk.

Media Tunisia melaporkan, perahu yang ditumpangi oleh para pencari suaka tersebut tenggelam di posisi 60 mil dari Pantai Sfax, sebelah selatan Ibu Kota Tunisia.

Seperti dilansir situs Alittihad.ae, Kementerian Pertahanan Tunisia mengumumkan para imigran tersebut berasal dari negara Afrika Sub-Sahara.

Sesuai dengan perhitungan PBB, 164 orang meninggal dunia selama empat bulan terakhir, saat berusaha berlayar dari pantai Libia melalui Perairan Mediterania menuju pantai selatan Eropa. Tenggelamnya perahu yang membawa 60 sampai 70 warga Afrika ini, merupakan insiden paling besar dalam setahun terakhir.

Pantai barat Libia merupakan pintu gerbang utama bagi para imigran Afrika yang ingin berlayar ke Eropa.

Namun jumlah imigran terus berkurang seiring dengan usaha Italia dalam membongkar jaringan pemasok imigran ilegal dan memperkuat penjagaan di pantai Libia.

Meskipun di Libia saat ini sedang berlangsung perang, hal yang sebenarnya akan mempersulit jalur penyelundupan manusia. Namun para pejabat di UNHCR percaya bahwa kondisi tersebut justru akan menambah jumlah warga yang ingin melarikan diri ke Eropa.

(T.HN/S: BBC)

leave a reply