Persatuan ulama Palestina: Kesepakatan Abad ini yang diusung Amerika Serikat bertujuan untuk melenyapkan Palestina secara perlahan

Ketua Persatuan Ulama Palestina tersebut juga menegaskan bahwa tanah air Palestina adalah milik bangsa Arab dan umat Islam.  “Para zionis itu tidak punya hak terhadap sejengkal tanah di Palestina. Hal ini seperti tertuang dalam hukum dan bukti sejarah,” tegasnya.

BY adminEdited Tue,14 May 2019,12:49 PM

Jalur Gaza, SPNA - Persatuan Ulama Palestina menggelar unjuk rasa  di Masjid Syaikh Zayed melawan Kesepakatan Abad ini atau “Deal of Century’’ yang dirumuskan Pemerintah AS, Senin (13/05/2019).

“Kesepakatan Abad ini bertujuan melenyapkan Palestina secara perlahan melalui perjanjian damai, ‘’ terang Dr. Marwan abu Ras.

Ketua Persatuan Ulama Palestina tersebut juga menegaskan bahwa tanah air Palestina adalah milik bangsa Arab dan umat Islam.  “Para zionis itu tidak punya hak terhadap sejengkal tanah di Palestina. Hal ini seperti tertuang dalam hukum dan bukti sejarah,” tegasnya.

Dr. Abu Ras juga menuntut Negara Arab bertanggung jawab mempertahankan peradaban Arab dan Islam di Palestina. Beliau menyatakan dukungan penuh terhadap “Demonstrasi Kembali ke Tanah Air” serta mengajak warga Palestina berpartisipasi dalam unjuk rasa 2 juta jiwa memperingati Tragedi Eksodus Palestina atau “Nakbah”, 15 Mei 2019.

Sementara itu Dr. Muhammad Salim menerangkan bahwa Kesepakatan Abad Ini Donald Trump adalah perpanjangan tangan dari terorisme zionis untuk menjajah dan melakukan pembersihan etnis di Palestina.

“Demonstrasi kembali ke tanah air adalah kewajiban bersama demi mengukuhkan hak bangsa Palestina dimana hal ini dijamin oleh perjanjian internasional. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut Rabu besok, ‘’ seru Ketua Komite Koordinasi Peringatan Tragedi Nakba tersebut.

Berdasarkan Laporan Lembaga Statistik Pusat Palestina, 100.000 warga Palestina gugur di tangan zionis Israel sejak tragedi Nakbah 1948.

Tragedi Eksodus Palestina atau yang dikenal dengan peristiwa Nakba adalah bencana kemanusiaan terbesar di Palestina serta merupakan bagian dari pembersihan etnis.

Sebanyak 800.000 warga Palestina di eksodus dari tanah air menuju Tepi Barat dan Jalur Gaza serta Negara-negara Arab tetangga.

Dalam tragedi tersebut Israel telah menduduki 774 desa dan kota Palestina. 531 diantaranya diratakan dengan tanah. Israel juga melakukan 70 pembantaian berdarah yang menewaskan 15.000 nyawa Palestina.

Populasi warga Yahudi di Palestina yang sebelumya berjumlah 690.000 tahun 1914 jiwa atau 8% dari jumah populasi di Palestina. Namun setelah peristiwa Nakba jumlah tersebut bertambah pesat akibat dorongan imigrasi ke Palestina dalam masa mandat Britania Raya.

(T.RS)

Nuruddin Jamal el-Harazin

leave a reply