Yordania minta Israel hentikan pembangunan ‘jalur haji’ Yahudi ke Masjid Al-Aqsa

Yordania peringati Israel untuk tidak memancing keributan di Masjid Al-Aqsa. Pembangunan terowongan bahwa tanah Israel menuju masjid Al-Aqsa bertentangan dengan kanun internasional.

BY adminEdited Mon,01 Jul 2019,01:52 PM

Yerusalem, SPNA - Pemerintah Yordania ingatkan Israel untuk tidak mengambil langkah yang dapat memicu ketegangan di Masjid Al-Aqsa.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu kemarin (30/06/2019), Yordania mengecam pembangunan terowongan bawah tanah menuju masjid Al-Aqsa. 

Pernyatan tersebut berbunyi, “Langkah Israel membuka terowongan bawah tanah di desa Silwan menuju Masjid Al-Aqsa merupakan tindakan ilegal dan dapat memancing keributan.”

Desa Silwan terletak di sebelah selatan Masjid Al-Aqsa.

Jalur bawah tanah tersebut disebut sebagai “jalur haji” bagi warga Yahudi yang ingin ke Masjid Al-Aqsa.

Juru bicara resmi pemerintah Yordania, Sufyan Sulaiman mengatakan, “Yordania menolak segala bentuk usaha Israel yang ingin mengubah fakta sejarah kota lama di Yerusalem. Khususnya Masjid Al-Aqsa dan sejumlah situs yang berhubungan dengannya.”

“Kebijakan tersebut jelas-jelas telah menentang Undang-Undang Internasional.” Tambah Sulaiman.

Ia menegaskan bahwa Israel harus mematuhi peraturan internasional dan menghormati fakta bahwa Yerusalem Timur merupakan salah satu wilayah Palestina.

Yordania merupakan pihak yang mempunyai kewenangan resmi untuk menjaga Masjid Al-Aqsa dan sejumlah situs agama yang ada di tempat tersebut. Hal tersebut berdasarkan UU internasional yang menganggap Yordania sebagai otoritas terakhir yang menguasai tempat tersebut sebelum dijajah Israel.

Pembukaan jalur bawah tanah tersebut merupakan fasilitas yang disediakan Israel untuk mendukung pembangunan perumahan baru untuk Yahudi Israel di Yerusalem. Turut hadir dalam upacara pembukaan, Minggu (30/06), delegasi Amerika untuk Timur Tengah, Jason Greenblaat dan Duta Besar Amerika untuk Israel, David M. Friedman.

Dilansir dari situs Alghad, Direktur Pemetaan di Yerusalem, Khalil Tafkaji mengatakan bahwa terowongan bawah tanah tersebut dibangun untuk menghubungkan permukiman baru Yahudi dengan wilayah Israel lainnya.

Langkah ini merupakan salah satu program dalam rancangan besar tahun 2050 Israel yang bercita-cita mendepak seluruh atau sebagian dari warga Palestina Yerusalem dari kota suci tersebut. 

(T.HN/S: Arabic.Rt)

leave a reply