Rabi Israel: Wanita tidak boleh terlibat dalam politik

Rabbi Shlomo Aviner bersama 40 rai lainnya menandatangani surat yang mengkritik kemungkinan pengangkatan mantan Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, sebagai kepala Persatuan Partai-Partai Sayap Kanan.

BY adminEdited Sat,06 Jul 2019,01:25 PM

Tel Aviv, SPNA - Sejumlah rabi Israel menandatangani surat yang mengkritik kemungkinan pengangkatan mantan Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked, sebagai kepala Persatuan Partai-Partai Sayap Kanan karena “perempuan tidak boleh terlibat dalam politik.”

Zionis religius terkemuka, Rabbi Shlomo Aviner, yang menandatangani surat itu bersama dengan sekitar 40 rabi, mengatakan pada Kamis (04/07/2019) bahwa “walaupun Shaked benar-benar luar biasa, namun, setiap orang memiliki tempat mereka sendiri. Itu tidak benar, dunia politik yang kompleks bukanlah tempat untuk peran wanita.”

Menanggapi pernyataan Aviner, ketua bersama partai Biru dan Putih, Yair Lapid menulis di Twitter, “Orang-orang fanatik yang religius dan chauvinistik tidak boleh terlibat dalam politik. Dan, sebenarnya, tidak pula kalangan rabbi."

Anggota Parlemen Biru dan Putih Miki Haimovich juga menanggapi pernyataan Aviner yang mengatakan, "Terima kasih kepada Rabbi Aviner karena mengingatkan saya mengapa saya terjun ke dunia politik."

Shaked menolak pernyataan Aviner yang mengatakan “hanya pengingat bahwa seorang wanita bisa melakukan apa saja; bepergian, menjadi seorang ibu, memimpin sebuah pesta, bahkan melayani sebagai walikota, direktur perusahaan atau kepala negara.”

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir
oEidCQe.jpg

Sejumlah rabi Yahudi terlibat kasus perdagangan anak

Koresponden Yediot Ahronoth, Ariella Straenbej mengungkapkan bahwa fase penjualan anak-anak dimulai dengan memilih wanita-wanita hamil yang memiliki masalah kejiwaan dan masalah keluarga.  Mereka lalu diberi bantuan dan tiket ke Amerika Serikat lalu tinggal AS hingga melahirkan. Anak-anak yang dilahirkan tersebut lalu dijual ke keluarga Yahudi AS.