Tingkatkan kemandirian energi, Palestina akan gunakan biomassa

Jika berhasil, proyek ini akan memutus ketergantungan listrik Palestina pada pemerintah Israel yang sering membiarkan Tepi Barat dan Jalur Gaza tanpa listrik.

BY adminEdited Mon,08 Jul 2019,11:14 AM

Palestine Chronicle - Tepi Barat

Tepi Barat, SPNA - Palestina memulai sebuah proyek yang akan membuat negara tersebut menghasilkan semua energi mereka sendiri untuk konsumsi internal.

Jika berhasil, proyek ini akan memutus ketergantungan listriknya pada pemerintah Israel yang sering membiarkan Tepi Barat dan Jalur Gaza tanpa listrik.

"Ini adalah investasi pertama Palestina di bidang energi dan dalam memperkuat sumber-sumber energi," kata Ragheb Abu Diak, Direktur Jenderal Kementerian Pemerintah Daerah di provinsi Jenin yang terletak di bagian utara Tepi Barat.

Rencananya, proyek ini akan menggunakan biomassa penguraian dari TPA ZF dan mengubahnya menjadi energi.

Lebih dari setengah dari sampah yang diproduksi di Palestina adalah organik dan dapat terurai secara hayati.

Proyek ini akan didanai oleh Otoritas Palestina dan diperkirakan akan menelan biaya sekitar US $ 9 juta. Para pejabat berharap proyek ini bisa memenuhi kebutuhan sekitar 30 desa Palestina.

Hani Shawahneh, direktur eksekutif TPA ZF, mengatakan kepada media Al-Monitor, "Proyek ini akan ... menghasilkan sekitar lima megawatt (MW) listrik - cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 30 desa Palestina yang terletak di dalam provinsi Jenin."

Amjad el-Qanni, seorang profesor teknik, energi dan lingkungan di Universitas Nasional An-Najah, mengatakan, “Memproduksi tenaga bersih dari biomassa atau energi matahari diperlukan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan listrik di Tepi Barat, yang meningkat 3,5% per tahun. Ini juga diperlukan untuk membantu membatasi ketergantungan pada Israel."

Kesuksesan proyek ini akan berarti pasokan listrik yang stabil untuk rumah tangga Palestina, sebuah kemenangan penting bagi pemerintah yang bergantung pada Israel untuk 90 persen dari pasokan energinya.

Palestina menghadapi krisis listrik permanen. Jalur Gaza sering hanya menerima beberapa jam daya per hari.

Pada 2017, Israel mengurangi pasokan energi ke daerah itu, mengantarkan wilayah ini dalam "bahaya dan bencana besar."

(T.RA/S: Palestine Chronicle)

leave a reply