Cuitan Netanyahu: Bangsa Palestina kuno berasal dari selatan Eropa dan tak ada hubungannya dengan wilayah Israel

“Analisi DNA dari situs sejarah Palestina kuno di kota Ashkelon terakhir membenarkan informasi yang disebutkan dalam kitab suci kita, bahwa bangsa Palestina kuno berasal dari dataran Eropa Selatan,’’ ujar Netanyahu.

BY adminEdited Tue,09 Jul 2019,11:53 AM

Tel Aviv, SPNA - Benyamin Netanyahu kembali membuat pernyataan kontroversi di Twitter. Perdana Menteri Israel tersebut mengatakan bahwa bangsa Palestina kuno berasal dari wilayah selatan Eropa, sementara bangsa Palestina hari ini berasal dari Jazirah Arab.

“Analisi DNA dari situs sejarah Palestina kuno di kota Ashkelon terakhir membenarkan informasi yang disebutkan dalam kitab suci kita, bahwa bangsa Palestina kuno berasal dari dataran Eropa Selatan,’’ seperti Dilansir Youm7, Senin (08/07/2019).

“Kitab suci Yahudi menyebutkan bahwa bangsa Palestina berasal dari sebuah pulau bernama  Cavtor, lokasi tersebut kemungkinan besar merupakan pula Kreta modern di Selatan Yunani, tulisnya.

Netanyahu menambahkan bahwa rakyat Palestina kuno sama sekali tidak punya relasi dengan Palestina modern yang datang dari Jazirah Arab ke tanah Israel setelah ribuan tahun. Hubungan Palestina dengan tanah Israel tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan relasi sejarah bangsa Yahudi yang telah mendatangi wilayah ini sejak 4000 tahun silam,’’ tulisnya.

Netanyahu sebelumnya juga menyampaikan riset yang dikemukakan oleh majalah Science Advance bahwa berdasarkan analisis DNA, rakyat Palestina kuno berasal dari Eropa bagian selatan sejak 3000 tahun silam.

Pernyataan Netanyahu tersebut dikecam keras oleh Kementerian Luar Negeri Palestina. “Cuitan Perdana Menteri Israel tersebut adalah bagian dari kampanye untuk  menghapus keberadaan bangsa Palestina di tanah air  serta mengukuhkan penjajahan di wilayah Palestina.

Dilansir Youm7, Senin (08/07/2019), Kemenlu Palestina mengatakan: “Netanyahu menciptakan diskusi antropologis yang bersumber dari khayalan serta bertentangan dengan kenyataan sejarah dan Geografis bahkan resolusi PBB. Cuitan Netanyahu juga berbau rasis terhadap rakyat Palestina.”

“Keberadaan rakyat Paletsina di tanah air telah mengakar dalam sejarah dan tidak akan goyah dengan kebohongan yang dilontarkan penjajah seperti Netanyahu. Palestina hari ini sedang melawan penjajah yang menduduki tanah air mereka dan mengusir rakyatnya. Israel berupaya melakukan penghapusan etnis terhadap bangsa Palestina dengan cara paling keji,’’ tulis Kemenlu Palestina.

Kemenlu Palestina juga menuntut lembaga internasional dan HAM mengecam pernyataan Netanyahu yang rasis tersebut serta menghentikan pelanggaran Israel terhadap hukum internasional.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply