Delegasi Kamar Dagang Indonesia kunjungi Israel

Tujuh delegasi melakukan perjalanan dan bertemu dengan pejabat senior dari Bursa Berlian Israel di Ramat Gan, sebelah timur Tel Aviv.

BY adminEdited Wed,10 Jul 2019,01:13 PM

MEMO - Tel Aviv

Tel Aviv, SPNA - Delegasi dari Kamar Dagang Indonesia melakukan perjalanan ke Israel pada akhir pekan lalu guna mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Tujuh delegasi melakukan perjalanan dan bertemu dengan pejabat senior dari Bursa Berlian Israel di Ramat Gan, sebelah timur Tel Aviv. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Institut Ekspor Israel dan dipimpin oleh Wakil Presiden Organisasi Perdagangan Indonesia Mufti Hassan, yang bertemu dengan Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash.

Selama kunjungan, Dvash menguraikan potensi hubungan yang dapat dimiliki umat Islam dengan Israel. Ia menegaskan bahwa "kunjungan ini adalah bagian dari tren yang sangat penting untuk memperkuat hubungan perusahaan dan pengusaha Muslim dengan Negara Israel dan dengan orang Israel."

Kedua pihak secara resmi bertemu untuk membahas pembentukan hubungan perdagangan dan kerja sama antara kedua negara, yang  menyebabkan perubahan signifikan dalam sikap kedua negara terhadap satu sama lain setelah isolasi diplomatik yang berlangsung dalam beberapa dekade.

Tahun lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan niatnya untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia, tetapi Indonesia itu menjawab bahwa mereka tidak akan mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel sampai rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan penuh.

Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk Muslim, adalah anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menyajikan bahwa salah satu tujuan utamanya di dewan tersebut terkait dengan masalah Palestina.

Sejak pembentukan negara Israel pada tahun 1947, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan negara tersebut dan sering mengambil langkah untuk menentang pendudukan, termasuk mengutuk 'hukum negara-bangsa' dan pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel tahun lalu, serta membebaskan pajak impor Palestina. Sementara itu, Israel telah mengambil langkah-langkah lunak terhadap Indonesia seperti melarang turis dari negara itu tetapi telah membuat tawaran terhadapnya dalam beberapa tahun terakhir untuk mempengaruhi proses normalisasi.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply