Kemenkes Israel: "Layanan Medis Tidak Diprioritaskan untuk Pasien Corona Berkebutuhan Khusus"

Sebuah dokumen Kementerian Kesehatan menginstruksikan bahwa pasien Corona berkebutuhan khusus menjadi pihak terakhir yang mendapatkan ventilator.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,20 Apr 2020,02:25 PM

Tel Aviv

Tel, Aviv, SPNA – Sebuah dokumen Kementerian Kesehatan menginstruksikan bahwa pasien Corona berkebutuhan khusus menjadi pihak terakhir yang mendapatkan ventilator.

Dilansir Stasiun TV 13 Israel, Minggu (13/04/2020), dokumen tersebut mengungkapkan, instruksi Kementerian Kesehatan Israel terkait prioritas pemberian respirator kepada pasien Corona.

Berdasarkan instruksi, pasien yang cacat total, tidak mampu merawat diri mereka sendiri, dan yang menderita cacat otak, masalah jantung, ginjal, paru-paru, hati atau saraf, adalah yang terakhir mendapatkan bantuan dari alat bantu pernapasan.

Hal yang sama berlaku bagi mereka yang menderita trauma psikologis, luka bakar parah, penyakit yang tidak dapat disembuhkan, atau sedang dalam proses kematian, serta mereka yang punya peluang sembuh dari Corona kurang dari 20 persen.

Sementara itu ventilator akan diprioritaskan untuk  pasien yang organ vitalnya beroperasi dengan sempurna sebelum tertular Corona atau mereka yang hanya cacat ringan.

Langkah Kementerian Kesehatan Israel ini ditentang keras oleh Komisi Hak Persamaan untuk Penyandang Cacat Kementerian Kehakiman Israel.

Pihak medis Israel dinilai melakukan diskriminasi berat terhadap pasien berkebutuhan khusus. Hal ini melanggar Hukum Kesetaraan Penyandang Disabilitas (1998) dan Konvensi PBB tentang Hak-Hak Penyandang Disabilitas yang ditetapkan pada tahun 2006.

Sampai saat ini, jumlah pasien Corona di Israel mencapai 13.654 jiwa, 173 diantaranya meninggal dunia.

Dilansir situs John Hopkins, Senin pagi (20/04/2020), virus Corona telah menjangkiti lebih dari 2,4 juta jiwa penduduk dunia, dimana 165 ribu diantaranya meninggal dunia.

(T.RS/S:Anadolu Agency)

leave a reply
Posting terakhir