Jerman: Pasca 2 Bulan Penutupan akibat Corona, Masjid-masjid di Jerman Kembali Dibuka

Masjid-masjid di Jerman Kembali Dibuka Masjid-masjid di seluruh negeri secara bertahap akan dibuka kembali sesuai dengan beberapa pedoman yang ditetapkan oleh Dewan Koordinasi Muslim Jerman (KRM).

BY Mohamed AlhirtaniEdited Fri,08 May 2020,02:38 PM

Berlin

Berlin, SPNA - Masjid-masjid di Jerman akan kembali dibuka untuk jamaah akhir pekan ini, menyusul keputusan pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona di negara itu.

Masjid-masjid di seluruh negeri secara bertahap akan dibuka kembali sesuai dengan beberapa pedoman yang ditetapkan oleh Dewan Koordinasi Muslim Jerman (KRM).

Yakup Ayar, kepala Asosiasi Masjid Sehitlik, mengatakan bahwa dia senang bisa bertemu kembali dengan komunitas Muslim di Berlin.

“Kami akan membawa para tamu ke masjid hanya melalui satu pintu. Semua orang akan memakai masker dan juga membersihkan tangan mereka. Informasi kontak dari mereka yang datang ke masjid akan terdaftar," ujar Ayar kepada Anadolu Agency tentang pedoman yang ketat.

Tempat wudhu akan tetap tertutup dan setiap orang harus membawa sajadah sendiri, katanya.

Otoritas setempat "membatasi ibadah massal sampai 50 orang," tambah Ayar. Ini berarti, mereka yang diperbolehkan masuk adalah yang datang lebih awal.

Ramazan Saglam, wakil presiden Asosiasi Masjid Mevlana, mengatakan bahwa sholat Tarawih dan Jumat akan terus ditunda.

"Semoga kita akan segera berkumpul di masjid-masjid kita lagi," kata Saglam kepada Anadolu Agency.

Orang yang berusia di atas 65 tahun masih diharuskan untuk tinggal di rumah.

Layanan keagamaan telah dilarang sejak dimulainya lockdown Jerman pada pertengahan Maret lalu.

Pemerintah Jerman minggu lalu memutuskan untuk mencabut sejumlah langkah lockdown, dan mengizinkan layanan ibadah di masjid, gereja, dan sinagog, dengan syarat bahwa mereka harus mematuhi standar kebersihan dan jarak sosial.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply