Uni Eropa dan Yordania Tolak Rencana Pencaplokan Tepi Barat oleh Israel

Jalur Gaza, SPNA – Perwakilan Tinggi Uni Eropa Untuk Luar Negeri dan Keamanan, Joseph Borrell menuntut Israel membatalkan rencana pencaplokan wilayah Palestina dan menegaskan bahwa....

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,19 May 2020,01:14 PM

Jalur Gaza, SPNA – Perwakilan Tinggi Uni Eropa Untuk Luar Negeri dan Keamanan, Joseph Borrell menuntut Israel membatalkan rencana pencaplokan wilayah Palestina dan menegaskan bahwa Uni Eropa tidak akan setuju dengan perubahan batas wilayah Palestina.

"Kami menyerukan Israel dengan tegas agar membatalkan rencana sepihak yang menjurus kepada pencaplokan wilayah Palestina karena hal ini melanggar aturan internasional," dikutip Rt Arabic, Senin (18/05/2020).

Di saat yang sama pemerintah Yordania menegaskan akan membekukan kerjasama dengan Israel jika Tel Aviv benar-benar mencaplok Tepi Barat dan Lembah Yordania.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safdi menegaskan bahwa pencaplokan wilayah Palestina dapat mengakhiri solusi dua negara dan mengancam perdamaian.

17 Mei lalu Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan akan mencaplok wilayah Palestina di Tepi Barat untuk permukiman Israel.

Dengan kesepakatan koalisi pemerintahan antara partai sayap kanan Likud dan partai Biru Putih, Netanyahu berniat mengambil langkah-langkah memperluas otoritas Israel ke wilayah Palestina yang diduduki sesuai dengan Deal of Century dimana hal bertentangan dengan hukum internasional.

Dunia internasional menolak keras rencana Netanyahu dan menyatakan bahwa Israel melakukan penjajahan terhadap Palestina dan kota suci Al-Quds.   

Desember 2016 lalu Dewan Keamanan PBB menetapkan undang-undang nomor 2334 menuntut Israel menghentikan aktivitas permukiman ilegal di Tepi Barat.

Pemerintah Palestina dilaporkan akan melakukan pertemuan membahas respon terhadap rencana tersebut.

(T.RS/S:RtArabic)

leave a reply
Posting terakhir