Sejumlah Negara Segara Longgarkan Pergerakan Warga, WHO Ungkapkan Kekhawatirannya

Rencana sejumlah negara dunia untuk melonggarkan pergerakan warga menimbulkan keresahan dari WHO. Pada hari Rabu kemarin Organisasi Dunia yang bermarkas besar di Jenewa tersebut mengumumkan 106 ribu korban positif terbaru di seluruh dunia.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,21 May 2020,01:21 AM

Jenewa, SPNA - Sejumlah negara kabarnya akan segera melonggarkan pergerakan warga yang sebelumnya dibatasi akibat Corona. Namun di waktu yang sama Badan Kesehatan Dunia (WHO) justru mengumumkan jumlah pasien corona baru tertinggi dalam satu hari sejak pertama kali virus tersebut muncul di Wuhan.

Dalam sebuah pernyataanya, Rabu (20/05), WHO mencatat 106 ribu korban infeksi terbaru di seluruh dunia. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak pertama kali Covid-19 terdeteksi.

Menanggapi angka tersebut, WHO menyampaikan kekhawatirannya terhadap nasib warga di negara-negara miskin. Sementara itu negara-negara besar mulai berpikir untuk mulai melonggarkan pergerakan warga.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi persnya mengatakan, "Di depan masih terbentang jalan panjang yang harus kita jalani, kita sangat khatir dengan angka besar yang dicatatkan oleh negara dengan stok keuangan rendah atau menengah.”

Angka infeksi tertinggi pada hari Rabu kemarin didapatkan dari Rusia. Dalam 24 jam negara Vladimir Putin tersebut mencatat delapan ribu korban positif. Sementara Amerika Serikat dan India sama-sama mencatat lebih dari lima ribu korban, empat ribu di Chili dan tiga ribu orang di Brazil.

(T.HN/S: Skynewsarabia)

leave a reply