Mantan Wakil Kepala Staf IDF: Mayoritas Tentara Israel Menentang Aneksasi

Mantan Wakil Kepala Staf Israeli Defense Force (IDF) Yair Golan kepada salah satu media Israel menyatakan bahwa mayoritas tentara Israel keberatan dengan rencana aneksasi Tepi Barat. Menurutnya, para pejabat militer yang mendukung adanya pencaplokan tersebut bahkan bisa dihitung jari.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,07 Jun 2020,12:39 PM

Betlehem, SPNA – Mantan Wakil Kepala Staf Israeli Defense Force (IDF) Yair Golan kepada salah satu media Israel menyatakan bahwa mayoritas tentara Israel keberatan dengan rencana aneksasi Tepi Barat. Menurutnya, para pejabat militer yang mendukung adanya pencaplokan tersebut bahkan bisa dihitung jari.

Pada wawancara yang berlangsung pada Sabtu (06/06) tersebut, Golan mengajak khalayak untuk sama-sama memikirkan apa yang akan dilakukan oleh warga Palestina seandainya upaya pencaplokan Tepi Barat terus dilanjutkan.

"Apakah anda pikir mereka akan tetap tenang? Itu justru akan meletuskan gerakan intifadha ketiga di hari berikutnya."

Anggota Knesset dari Partai Meretz itu juga menyebutkan salah satu alasannya menolak pencaplokan adalah bahwa sebagian besar tentara yang menjaga perbatasan Israel dan Yordania adalah pasukan Yordania.

"Tim aneksasi ini benar-benar ingin merusak hubungan kita dengan Yordania," sambungnya. "Kenapa kita harus menghancurkan hubungan yang selama ini kita bina, padahal ini juga menjadi salah satu hal yang penting bagi mereka. Seharusnya kita memperkuat hubungan itu, bukan malah memutuskannya."

Sebelumnya pada hari Sabtu, media-media Israel mengutip sebuah pernyataan dari salah satu sumber di Partai Likud yang dikenal akrab dengan Ketua Partai Benjamin Netanyahu bahwa ia akan mengecualikan pelaksanaan rencana aneksasi jika perlu sebagai pengakuan atas negara Palestina

Media-media Israel tersebut mengindikasikan bahwa sebuah jalan kompromi sedang diatur, dan Netanyahu sendiri secara terbuka menunjukkan persetujuan dan komitmennya terhadap rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump yang dikenal sebagai "Kesepakatan Abad Ini". Hal ini mengesankan bahwa segala pembicaraan di Knesset dan pemerintah Israel bukan berfokus kepada pembentukan negara Palestina, tetapi lebih kepada memaksakan kedaulatan Israel.

Situs web harian Israel Maariv menyatakan bahwa Plt. Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz telah menginstruksikan kepada Kepala Staf IDF Aviv Kochavi untuk mendorong pasukannya untuk mempersiapkan langkah-langkah politis dalam menyukseskan agenda pemerintah, khususnya yang berkenaan dengan pencaplokan ini.

(T.NA/S: Maannews)

leave a reply
Posting terakhir