Raja Yordania: Pergerakan Israel untuk Kuasai Tepi Barat Ancam Perdamaian Timur Tengah

Negara tetangga langsung Palestina, Yordania, sampaikan kecamannya terhadap rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. Aneksasi terbaru itu disebutkan dapat mengancam perdamaian di wilayah Timur Tengah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,17 Jun 2020,10:18 AM

Aman, SPNA - Raja Yordania, Abdullah II, Selasa (16/06), mengingatkan bahwa pergerakan Israel untuk menguasai sebagian wilayah Tepi Barat dapat mengancam perdamaian Timur Tengah.

Dalam laporan yang dikeluarkan biro kerajaan, bahwa pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuannya dengan angota Kongres Amerika melalui konferensi video.

"Kebijkan sebelah pihak Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat merupakan keputusan tertolak dan dapat mengancam keberlangsungan perdamaian di Timur Tengah."

Ia menambahkan bahwa perdamaian Israel-Palestina hanya akan terjadi jika sengketa yang ada diselesaikan melalui Solusi Dua Negara. Sebuah tawaran perdamaian yang menjamin pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai negara.

Seperti diketahui,  Perdana Menteri Israel sebelumnya pernah berjanji akan mencaplok sebagian wilayah Palestina di Tepi Barat. Bahkan rencanan penjajahan di era modern tersebut merupakan sebuah janji besar yang ia jual dalam pemilihan pemilihan umum Israel. 

Dikutip dari Palinfo, berikut beberapa fakta terkait rencana aneksasi Tepi Barat:

1. Aneksasi tersebut bertujuan untuk menguasai 30 persen wilayah Tepi Barat.

2. Merupakan perpanjangan dari The Deal of The Century Amerika Serikat yang diumumkan pada tanggal 28 Januari 2020 lalu.

3. Pencaplokan direncanakan akan berlangsung pada Juli mendatang.

4. Wilayah yang akan diambil alih meliputi Lembah Jordan (Jordan Valley) dan semua wilayah tempat berdiri permukiman ilegal Yahudi di  Tepi Barat. Total permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat berjumlah 130 permukiman.

5. Lembah Jordan mengisi seperempat dari total luas wilayah Tepi Barat.

6. 50 persen lahan pertanian Tepi Barat terletak di Lembah Jordan dan menghasilkan 60 persen sayur-sayuran Palestina.

7. Sumber air bersih terbesar Tepi Barat juga terletak di wilayah itu.

8. Kebijakan tersebut mendapatkan penentangan keras dari warga Palestina dan sejumlah negara internasional.

(T.HN/S: Arabic.rt)

leave a reply
Posting terakhir