WHO: Covid-19 Masih Berstatus Virus Mematikan

Sebagian besar negara dunia berharap dapat segera keluar dari cengkeraman Covid-19. WHO Menegaskan Corona masih berstatus "virus mematikan."

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,20 Jun 2020,10:31 AM

Jenewa, SPNA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom, mengatakan pada konferensi pers hari Jumat (19/06), bahwa Organisasi tersebut mendapatkan laporan 150.00 kasus infeksi baru pada hari Kamis (18/06). Jumlah tersebut merupakan angka rata-rata infeksi harian terbesar dalam satu hari.

"Hampir setengah dari kasus itu dilaporkan dari Amerika, dan sejumlah besar lainnya berasal dari Asia Selatan dan Timur Tengah," kata Tedros.

"Dunia berada dalam tahap baru dan berbahaya. Banyak orang mulai lelah berada di rumah. Negara-negara tentu sangat ingin keluar dari pembatasan diri. Tetapi virus ini menyebar dengan cepat, dan masih mematikan. Kebanyakan orang masih rentan terhadap infeksi," katanya.

WHO mendesak individu untuk terus mempertahankan pembatasan sosial, tetap tinggal di rumah jika merasa sakit, memakai masker wajah medis bila perlu, dan sering mencuci tangan.

Jumlah total korban infeksi Corona di seluruh dunia meningkat pada hari Jumat, menjadi lebih dari delapan setengah juta kasus, menurut Universitas Johns Hopkins. Sedangkan jumlah kematian telah mencapai 454. 889 kematian.

Amerika Serikat berada di urutan teratas dalam daftar negara yang paling terpengaruh oleh virus Corona, dengan angka infeksi mendekati satu juta dua ratus ribu orang. Sementara jumlah korban tewas mencapai 118.519 jiwa.

Tempat kedua ditempati Brasil. Negara tersebut mencatat 978 ribu kasus infeksi dan 47. 748 kasus kematian.

(T.HN/S: Arabic.cnn)

leave a reply