IRC: Lembaga Kesehatan Lumpuh Akibat Perang, Jutaan Warga Yaman Terancam Corona

International Rescue Committee (IRC)  dalam laporkannya menyatakan  bahwa jutaan warga Yaman terancam virus corona dimana jumlah kematian diprediksi mencapai 85.000 jiwa.  Perkiraan IRC tersebut didasarkan pada laporan  Imperial College London dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,20 Jun 2020,02:51 PM

Sana'a, SPNA - International Rescue Committee (IRC)  dalam laporkannya menyatakan  bahwa jutaan warga Yaman terancam virus corona dimana jumlah kematian diprediksi mencapai 85.000 jiwa.  Perkiraan IRC tersebut didasarkan pada laporan  Imperial College London dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 

Direktur IRC untuk Yaman, Tamuna Sabadze menjelaskan kepada CNN bahwa situasi yang terjadi di Yaman saat ini tidak sama seperti tragedi yang terjadi sebelumnya.

 

"Kita bahkan tidak dapat menjelaskan berapa jumlah warga Yaman yang terinfeksi corona karena lembaga kesehatan lumpuh total. Pemerintah hanya dapat melakukan tes dengan kapasitas yang sangat terbatas. Jika  bom dan serangan udara masih terus berlanjut kita tidak akan mampu mengendalikan wabah, apalagi  memenuhi kebutuhan primer warga sipil," ujarnya memperingatkan ancaman corona terhadap warga sipil Yaman.

 

Menurut statistik Worldometers,  virus corona  telah menjangkit 919 warga di Yaman dan menelan 251 jiwa. Sementara jumlah yang sembuh sebanyak 288 pasien. 

 

IRC adalah organisasi peduli  kemanusiaan global yang didirikan tahun 1933. NGO tersebut telah membantu warga yang hidup kesulitan di wilayah konflik. Mereka memberikan bantuan  darurat  jangka panjang kepada pengungsi akibat perang atau korban bencana alam serta menyediakan infrastruktur pendidikan dan ekonomi bagi seluruh masyarakat di 40 negara.

 

Yaman terjerumus dalam kekacauan politik dan konflik bersenjata yang meningkat pada awal 2015, setelah milisi  Syriah Houthi yang berbasis di  Yaman utara  menumbangkan pemerintah yang didukung secara internasional dan merebut ibukota San'aa.

 

(T.RS/S:CNN)

leave a reply
Posting terakhir