NPC Indonesia Distribusikan Setengah Juta Liter Bantuan Air Bersih Di Jalur Gaza

Dalam rangka menjalankan tugas kemanusiaan di Jalur Gaza, Nusantara Palestina Center (NPC) Indonesia kembali  mendistribusikan 500.000 liter air purifikasi (purified water) untuk keluarga miskin di Jalur Gaza.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,23 Jun 2020,01:13 PM

Jalur Gaza,SPNA - Dalam rangka menjalankan tugas kemanusiaan, Nusantara Palestina Center (NPC) Indonesia kembali  mendistribusikan 500.000 liter air purifikasi (purified water) untuk keluarga miskin di Jalur Gaza.

Dengan dukungan relawan dan dermawan Indonesia, proyek ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan hidup ratusan keluarga miskin dan anak-anak yatim di beberapa wilayah miskin di Gaza seperti di al-Mughraqa,  Deir al-Balah dan Khan Younis.

Distribusi air bersih juga merupakan respon cepat atas laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Perusahaan Air Minum Palestina  yang menyatakan  bahwa Jalur Gaza darurat air bersih.

Jalur Gaza yang memiliki populasi lebih dari dua juta jiwa menghadapi krisis air minum dimana hanya 5%  sumber air Gaza disuplai dari luar Gaza sementara sisanya dimbil dari persediaan air bawah tanah yang tercemar akibat penggunaannya yang diluar batas dan terkontaminasi limbah dalam skala besar. Tercatat hanya satu dari sepuluh keluarga Gaza yang mendapatkan air minum bersih dan bebas penyakit. 

Sejumlah pakar sepakat bahwa Jalur Gaza tidak akan mendapatkan air bersih dalam waktu dekat karena 97% air tawar di Gaza tercemar. Hanya 3% dari air tawar yang dapat digunakan untuk minum akibat pencemaran dan intrusi air asin. Sementara sisanya harus menjalani proses desalinasi dan penyaringan agar dapat diminum.

Sejumlah peneliti baik lokal maupun internasional menetapkan tanpa ragu bahwa air tawar di Gaza tidak layak konsumsi karena dikhawatirkan dapat menyebabkan wabah penyakit serius. Sayangnya tidak ada acara untuk memulihkan kembali air tawar di Gaza karena tingkat pencemaran yang tinggi.

Tingginya jumlah kasus diare pada anak dibawah usia tiga tahun (80%), adalah indikasi tingginya tingkat pencemaran air disamping peningkatan salinitas dan NO-3 yang membahayakan  kesehatan.

Melihat hal ini, warga Gaza terpaksa beralih ke pabrik desalinasi air swasta untuk memperoleh air minum, namun masalah baru muncul terutama berkaitan dengan pencemaran biologis akibat bakteri disamping harganya yang tinggi.  

Dikutip dari The United Nations Children’s Fund, bahwa biaya untuk memperoleh air bersih di Gaza warga harus mengeluarkan uang sebesar  30 shekel (sekitar US $ 7) per meter kubik air. Di jaringan kota, harganya hanya 1 hingga 2 shekel per meter kubik.

Karena itu program penyediaan air bersih dan aman bagi warga miskin sangat krusial demi melindungi mereka dari penyakit dan agar mereka dapat menggunakan air bersih di rumah dengan aman.

Warga Gaza yang menerima manfaat menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada NPC Indonesia  dan para donatur yang telah memberikan dukungan besar menyukseskan proyek ini. Semoga Allah SWT membalasnya dengan limpahan pahala, amin.

(T.RS)

leave a reply
Posting terakhir