Alami Lonjakan Infeksi, Otoritas Palestina Larang Pesta Pernikahan

Belum sebulan kebijakan new normal berjalan, Palestina kembali mencatat lonjakan infeksi Covid-19. Dalam satu hari, Kementerian Kesehatan menemukan 142 pasien baru.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,25 Jun 2020,02:10 PM

Ramallah, SPNA - Menteri Kesehatan Palestina, Mai Al-Kaili,  Rabu (24/06), mengumumkan 142 pasien baru yang terinfeksi virus Corona. Penambahan tersebut menjadikan total angka pasien Covid-19 di Palestina menjadi 1.517 orang.

Di depan para pers, Mai juga menjelaskan peta penularan virus tersebut. 112 orang berasal dari Hebron, 13 dari Kafr Akib, Yerusalem, 11 dari Bethlehem, 3 dari Selfit dan tiga lainnya dari Neblus. Sedangkan total korban yang telah berhasil sembuh berjumlah 616 orang.

Menanggapi lonjakan besar tersebut, Otoritas setempat memutuskan untuk melarang pelaksanaan pesta pernikahan di seluruh Provinsi Palestina.

Juru Bicara Pemerintah Palestina, Ibrahim Mulhim, mengatakan, "Di tengah lonjakan pasien berskala besar dalam 24 jam terakhir, dengan tujuan membatasi wilayah penyebarannya, Pemerintah mengambil keputusan untuk melarang pesta pernikahan di seluruh provinsi."

Ia menjelaskan bahwa keputusan itu terpaksa diambil demi menjaga keselamatan dan kepentingan bersama. Warga diharapkan dapat memahami kondisi yang ada dan menaati peraturan pemerintah tersebut.

Diketahui bahwa Pemerintah Palestina sejak awal bulan lalu telah kembali mengizinkan warga untuk beraktivitas sebagaimana biasanya. Namun khusus wilayah Hebron , wilayah tersebut kembali ditutup pekan lalu, karena mengalami peningkatan jumlah infeksi.

Ancaman kemungkinan terjadinya gelombang kedua Corona telah diperingatkan oleh Kemenkes beberapa hari lalu. Disebutkan bahwa dampaknya memang akan lebih parah.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply