Dewan Keamanan PBB Adakan Pertemuan Bahas Rencana Pencaplokan Israel

Menanggapi keresahan warga dunia, Dewan Keamanan PBB akhirnya mengadakan rapat khusus untuk membahas pencaplokan Israel. Sekjen PBB mengatakan langkah Israel  bertentangan dengan Undang-Undang Internasional.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,25 Jun 2020,02:11 PM

New York, SPNA - Dewan Keamanan PBB, Rabu (24/06), mengadakan pertemuan khusus membahas rencana pencaplokan Israel terhadap Tepi Barat.

"Kita sedang mengahadapi ancaman Israel untuk menguasai sebagian wilayah Tepi Barat." Ucap Sekjen PBB Antonio Guterres. Ia menjelaskan bahwa hal itu telah membuat keresahan di masyarakat Palestina, sebagian warga Israel dan masyarakat di belahan dunia lainnya.

"Apabila Israel melakukan agendanya, maka ha tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Internasional dan menjadi ancaman serius bagi perdamaian Timur Tengah." Tambahnya. Ia mengajak Israel untuk tidak menjalankan rencana busuknya tersebut.

Selain itu Antonio juga memaparkan kondisi terakhir yang terjadi di Palestina. Seperti krisis ekonomi yang dialami pemerintah setempat, ancaman corona serta berkurangnya bantuan dari luar negeri.

Pesan kecaman terhadap Israel juga disampaikan Utusan PBB untuk Urusan Perdamaian Timur Tengah, Antonio Guterres. "Tidak ada alasan membiarkan Israel untuk melakukan rencana pencaplokannya." Keputusan Israel itu menurutnya akan memberikan banyak dampak negatif bagi kehidupan warga Palestina.

Sebagaimana diketahui bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah berulang kali mengumumkan kainginannya untuk mencaplok wilayah Tepi Barat. Rencana penjajahan terbaru Israel itu disebutkan akan berlangsung awal bulan nanti.

Menanggapi pernyataan Netanyahu tersebut, pemerintah Palestina melakukan perlawanan keras dengan memutuskan seluruh kerja sama dengan Israel. Termasuk kerja sama dalam bidang keamanan.

Berikut delapan fakta rencana pencaplokan Israel:

1. Israel berusaha menguasai 30 persen wilayah Tepi Barat

2. Pencaplokan tersebut merupakan salah satu agenda dari The Deal of The Century yang diumumkan pada tanggal 28 Januari 2020.

3. Pencaplokan akan berlangsung pada Juli mendatang

4. Wilayah yang akan dicaplok meliputi lembah Jordan dan semua wilayah tempat berdiri permukiman ilegal Yahudi di  Tepi Barat

5. Lembah Jordan merupakan seperempat dari wilayah Tepi Barat

6. 50 persen lahan pertanian Tepi Barat terletak di wilayah tersebut dan menghasilakn 60 persen sayur-sayuran Palestina.

7. Sumber air bersih terbesar Tepi Barat juga terletak di Lembah Jordan.

8. Kebijakan tersebut mendapatkan penentangan keras dari warga Palestina.

(T.HN/S: Arabic. Sputniknews)

leave a reply
Posting terakhir