Mesir, Sudan dan Ethiopia Capai Kesepakatan Awal Bendungan Hidase

Juru Bicara Kepresiden Mesir Bassam Radi mengofirmasikan pada Jumat malam (26/06) bahwa telah tercapai sebuah kesepakatan pada akhir pertemuan puncak antara Mesir, Sudan dan Ethiopia bersama negara-negara lain yang tergabung dalam anggota kepresidenan Uni Afrika, untuk mengembangkan perjanjian hukum final yang mengikat semua pihak mengenai aturan pengoperasian Bendungan Hidase.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,27 Jun 2020,01:10 PM

Kairo, SPNA – Juru Bicara Kepresiden Mesir Bassam Radi mengofirmasikan pada Jumat malam (26/06) bahwa telah tercapai sebuah kesepakatan pada akhir pertemuan puncak antara Mesir, Sudan dan Ethiopia bersama negara-negara lain yang tergabung dalam anggota kepresidenan Uni Afrika, untuk mengembangkan perjanjian hukum final yang mengikat semua pihak mengenai aturan pengoperasian Bendungan Hidase.

Ia menambahkan bahwa konsensus antara ketiga negara akan menahan diri dari tindakan sepihak, termasuk mengenai pengisian bendungan sebelum tercapainya perjanjian ini dan terkirimnya surat dalam konteks ini kepada Dewan Keamanan PBB sebagai otoritas yang kompeten untuk memberi pertimbangan dalam pembahasan lebih lanjut pada Senin depan.

Dalam konferensi tingkat tinggi tersebut, Presiden Mesir Abdul Fattah As-Sisi menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramavoza, atas inisiatifnya mengadakan konferensi untuk mengatasi permasalahan bendungan ini di hadapan tiga negara terkait, karena ini merupakan sebuah permasalahan besar yang secara langsung memperngaruhi jutaan warga negara Mesir, Sudan dan Ethiopia.

Bendungan Hidase, atau yang lebih dikenal dengan Renaissance Dam merupakan sebuah bendungan yang terletak di Sungai Nil Biru, Ethiopia. Bendungan yang sudah dibangun dari tahun 2011 ini terletak di Region Benishangul-Gumuz, sekitar 15 km di sebelah timur perbatasan Ethiopia dengan Sudan.

Pembangunan bendungan ini menuai protes dari negara-negara yang terletak di hilir Sungai Nil. Mesir khususnya, merasa khawatir bahwa persediaan airnya akan berkurang dengan pembangunan bendung ini. Walaupun begitu, menurut penelitian yang diadakan seiring masa, jika Mesir dan Ethiopia bekerja sama dengan erat, dampak negatif tersebut dapat diminimalisasi atau bahkan dihapuskan.

(T.NA/S: RT Arabic)

 

leave a reply
Posting terakhir