Serius Dengan Agenda Aneksasi, Militer Israel Nyatakan Siap Bendung Serangan Pejuang Palestina

Israel nampaknya serius dengan ancaman mereka untuk menguasai sebagian wilayah Tepi Barat. Negara Zionis tersebut telah mempersiapkan militernya untuk melayani kemungkinan serangan pejuang Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,15 Jul 2020,11:52 AM

Tel Aviv, SPNA - Kepala Staf Umum Militer Israel, Aviv Kochavi, Selasa (14/07/2020), menegaskan bahwa militer Israel sedang mempersiapkan diri  menyambut berbagai kemungkinan respon Palestina jika agenda pencaplokan Tepi Barat benar-benar dilaksanakan.

"Persiapan aneksasi wilayah di Tepi Barat prioritas utama kami.' Ucapnya.

Pernyataan itu oleh media Palestina dianggap sebagai bukti bahwa Israel serius dengan ancamanan aneksasinya. Meski agenda yang awalnya diumumkan akan dilaksanakan pada awal Juli lalu, belum terlaksana sampai hari ini, namun bukan berarti Israel telah melupakannya.

Sementara di pihak Palestina, juru bicara Al-Qassam (sayap militer Hamas di Gaza), Abu Ubaidah, mengatakan bahwa pejuang Palestina menganggap pencaplokan Tepi Barat sebagai "ajakan perang." "Pejuang Palestina tidak akan berpangku tangan." Tegasnya.

"Perlawanan bersenjata adalah benteng kokoh untuk melindungi warga dan hak-hak mereka. Kami dapat memastikan bahwa Israel akan menyesal atas kebijakannya (agenda aneksasi)."

Berikut beberapa fakta dari rencana pencaplokan Israel atas Tepi Barat

1. Israel berusaha menguasai 30 persen wilayah Tepi Barat

2. Merupakan salah satu poin dari perjanjian damai The Deal of The Century yang diumumkan pada tanggal 28 Januari 2020.

3. Wilayah yang akan dicaplok meliputi lembah Jordan dan semua wilayah tempat berdiri permukiman ilegal Yahudi di  Tepi Barat

5. Lembah Jordan mengisi seperempat dari wilayah Tepi Barat

6. 50 persen lahan pertanian Tepi Barat terletak di wilayah tersebut dan menghasilakan 60 persen sayur-sayuran di Palestina.

7. Sumber air bersih terbesar Tepi Barat juga terletak di Lembah Jordan.

8. Kebijakan tersebut mendapatkan penentangan keras dari warga Palestina dan dunia internasional.

(T.HN/S: Qudspress)

leave a reply
Posting terakhir