Di Balik Pelecehan, Penyiksaan dan Denda Yang Berat, IDF Menangkap 350 Anak Palestina dalam 6 Bulan

Pasukan pendudukan mulai menyiksa dan melecehkan anak-anak sejak saat pertama penahanan, dengan mengambil mereka dari rumah pada larut malam, atau menculik mereka dari jalan-jalan dan pos-pos pemeriksaan. Mereka mengalami berbagai bentuk pelecehan dan penghinaan, termasuk pemukulan parah, penghinaan dan kata-kata kasar, ancaman dan intimidasi,  serta pelepasan anjing polisi liar yang merusak tubuh mereka.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,20 Jul 2020,12:08 PM

Jalur Ghaza, SPNA – Pusat Studi Narapidana Palestina mengkonfirmasi bahwa pendudukan telah meningkatkan penargetan anak-anak Palestina selama tahun ini. Lembaga tersebut menemukan 350 kasus penahanan yang menargetkan anak di bawah umur selama paruh pertama tahun ini. Sebagian besar anak-anak tersebut berasal dari Yerusalem, termasuk 5 anak yang terluka.

Juru bicara lembaga tersebut, Riyadh Al-Asyqar, menyatakan bahwa pendudukan terus menargetkan anak di bawah umur dari kedua jenis kelamin, dengan menangkap, memanggil, dan menjatuhkan denda dan hukuman berat.

Menurutnya penangkapan ini berlanjut meskipun ada seruan dan permohonan yang dikeluarkan oleh banyak lembaga internasional, termasuk PBB, bahwa anak-anak harus dibebaskan mengingat besarnya risiko mereka terdampak pandemi Corona.

Al-Asyqar menyebutkan bahwa Israelian Defense Force (IDF) membesar-besarkan penangkapan anak-anak serta memaksakan hukuman dan denda finansial pada mereka;. Ini bertujuan untuk menghilangkan jiwa cinta tanah air dan bela tanah suci mereka, menghancurkan masa depan mereka, serta menciptakan generasi yang lemah, pengecut yang takut untuk menghadapi pendudukan.

Ia juga menyampaikan bahwa pendudukan mulai menyiksa dan melecehkan anak-anak sejak saat pertama penahanan. Anak-anak itu diambil dari rumah mereka pada larut malam, atau menculik mereka dari jalan-jalan dan pos-pos pemeriksaan. Mereka mengalami berbagai bentuk pelecehan dan penghinaan, termasuk pemukulan parah, penghinaan dan kata-kata kasar, ancaman dan intimidasi,  serta pelepasan anjing polisi liar yang merusak tubuh mereka.

Al-Ashqar mengungkapkan bahwa di antara anak-anak yang ditahan, 5 anak laki-laki ditangkap setelah ditembak. Di antaranya Hussein Younis (17 tahun) dari Betlehem, yang ditembak dengan peluru hidup di lutut. Ada Nour Salibi (18 tahun), yang masih menderita karena cedera serius di perut. Dia ditembak oleh IDF dua bulan lalu, dan masih menjalani perawatan sampai sekarang.

 

Ada pula Murad Bassam Al-Bayd (17 tahun) dari kamp Al-Fawar di Hebron, ditembak dan terluka, yang kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Soroka. Ada Mustafa Gawanmeh (17 tahun), ditangkap setelah ditembak oleh tentara Israel di dekat Kota Peten di Ramallah.

Dia menyatakan bahwa selama tahun 2020, pengadilan militer pendudukan terus memberlakukan denda finansial yang cukup berat pada tahanan anak, yang merupakan beban bagi keluarga mereka mengingat kondisi ekonomi yang memburuk di wilayah Palestina yang diduduki.

Dia menunjukkan bahwa total denda finansial yang dikenakan pada anak-anak di Pengadilan Ofer hanya selama paruh pertama tahun ini berjumlah 150 ribu shekel, yang setara dengan 45 ribu dolar.

(T.NA/S: Palinfo)

leave a reply