Tekanan Kerja Meningkat, Para Perawat Israel Mogok Kerja

Asosiasi perawat mengeluhkan kekurangan jumlah perawat di tengah wabah COVID-19.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,20 Jul 2020,05:26 PM

Yerusalem, SPNA - Para perawat yang bekerja di rumah sakit dan klinik Israel pada hari Senin (20/07/2020) mulai melakukan mogok kerja sebagai protes terhadap kondisi kerja mereka dan tekanan kerja di tengah wabah COVID-19.

Masih belum jelas apakah aksi ini akan berlangsung selama satu hari atau lebih.

Upaya untuk mencapai kesepakatan antara asosiasi perawat dan Kementerian Keuangan Israel tentang tuntutan perawat telah gagal.

Pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan Israel mengatakan bahwa 813 perawat telah dikarantina karena diduga melakukan kontak pasien COVID-19.

Asosiasi perawat mengeluh bahwa tidak ada lagi perawat yang direkrut meskipun ada tekanan kerja karena wabah COVID-19.

Ilana Cohen, kepala asosiasi perawat Israel, mengatakan bahwa kekurangan jumlah perawat adalah hal lazim bahkan sebelum virus mewabah. Ia menyalahkan Kementerian Keuangan atas situasi tersebut.

Otoritas kesehatan Israel pada hari Senin melaporkan 951 infeksi dalam 24 jam terakhir, menjadikan total kasus di 'negara' itu menjadi 50.714, termasuk 409 kematian.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

leave a reply
Posting terakhir

Kisah perawat Norwegia bantu warga Palestina selama sepuluh tahun

Hilda Rexho, perawat asal Norwegia telah menghabiskan masa 10 tahun untuk menjadi relawan di Palestina. Ia menginjakkan kaki di Palestina sejak Israel menyerang wilayah tersebut pada 2006. Kini Hilda terdaftar sebagai salah satu relawan Bulan Sabit Merah Palestina. Atas dedikasi itu, Hilda peroleh perngharaan dari Menteri Kesehatan Palestina, Jawad Awwad.