Kushner: The Deal of Century Tidak Izinkan Netanyahu Lakukan Aneksasi di Tepi Barat

Tudahan dukungan Amerika di balik rencana Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat dibantah oleh Penasihat Presiden Amerika, Jared Khusner. Menurutnya Amerika tidak mengizinkan Netanyahu untuk semena-mena di Tepi Barat.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,21 Jul 2020,12:13 PM

Washington, SPNA - Menantu dan penasihat Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, mengatakan bahwa rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah yang dikenal dengan “The Deal of The Century/Kesepakatan Abad Ini" tidak "mengizinkan" Israel melakukan apa pun yang diinginkannya di Tepi Barat.

Kuchner mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada majalah Amerika Newsweek, yang dipublish pada hari Senin (20/07/2020), bahwa upayanya untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina datang dengan itikad baik, dan rencana itu tidak dimaksudkan untuk memprovokasi warga Palestina. Agenda perdamaian tersebut juga tidak memberi lampu hijau bagi Netanyahu untuk melakukan segala keinginannya di Tepi Barat.

"Saya menyadari akan ada kritik dari banyak orang, tetapi itu wajar untuk menghadapi tantangan yang sulit, dan saya lebih suka mencurahkan waktu untuk hal-hal sulit," ucapnya.

"Banyak negosiator perdamaian sebelumnya mengatakan kepada saya bahwa tujuannya adalah untuk memberi harapan, bukan menyelesaikan masalah. Tapi saya mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk menemukan kesepakatan dan mengakhiri masalah ini" tambahnya.

Suami dari Ivanka Trump itu juga mengatakan bahwa perjanjian damai yang ditawarkan AS dapat memberikan manfaat kepada masing-masing dari Palestina dan Israel.

"Apakah itu membuat Israel lebih aman? Ya. Apakah itu membawa kehidupan yang lebih baik bagi Palestina? Ya," jelasnya.

Ia sebenarnya turut kecewa dengan pihak Palestina yang tidak mau menerima agenda perdamaiannya. Menurutnya Palestina terlalu menutup dari dan menilai sesuatu hanya dari kulit luarnya saja.

Namun perlu diketahui bahwa penolakan Palestina juga bukan tidak berasalan. Sejumlah kebijakan penting Amerika yang memihak kepada Israel jelas cukup bagi Palestina untuk menolak AS sebagai negosiator. Seperti kebijakan pemindahan Kantor Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, berikut dengan pegakuan Negara Paman Sam terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.

(T.HN/S: Rt. Arabic)

leave a reply
Posting terakhir