Konfirmasi Resmi Turki Terkait Pedang yang Dipegang Khatib Saat Jumat Pertama di Hagia Sophia

Media Turki, Anadolu mencoba menjelaskan kritikan yang ditujukan kepada Pemimpin Agama Turki Ali Erbas yang membawa pedang saat menyampaikan Khutbah di Masjid Hagia Sofia. Membawa pedang saat khutbah adalah tradisi para Sultan Turki Usmani.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,26 Jul 2020,10:39 AM

Istanbul, SPNA - Media resmi Turki, Anadolu, Sabtu (25/07), menjelaskan asal usul pedang yang dipegang oleh khatib dalam pelaksanaan shalat Jumat pertama di Masjid Hagia Sophia, beserta dengan filosofinya.

Anadolu melaporkan bahwa pedang yang dipegang Kepala Agama Turki, Ali Erbas itu, merupakan milik Mehmed II (Muhammad Al-Fatih), sang penakluk Konstantinopel (yang saat ini dikenal dengan Istanbul).

Disebutkan bahwa Al-Fatih pernah menggunakan pedang tersebut saat menyampaikan khutbah Jumat di salah satu masjid besar di Kota Edirne, yang merupakan ibu kota kekhalifahan Turki Usmani ketika itu.

Sedangkan menyangkut filosofi, media Turki tersebut menuliskan bahwa itu merupakan sebuah tradisi. "Membawa pedang ke atas mimbar merupakan adat yang dipraktikkan oleh para Sultan Turki selama berabad-abad." Bertujuan untuk menunjukkan keagungan Islam.

Aksi Ali Erbas membawa pedang ke atas mimbar pada hari Jumat (24/07) dua hari lalu mendapatkan kritikan keras dari berbagai kalangan dan media. Bahkan ada yang menyerupai dengan Al-Baghdadi, sang pemimpin ISIS.

Hagia Sophia atau Aya Sofya awalnya merupakan sebuah Katedral yang dibangun pada abad keenam masehi. Kemudian diubah menjadi masjid saat masa pemerintahan Turki Utsmani, tahun 1453.

Namun pasca runtuhnya Turki Usmani pada akhir Perang Dunia I, Mustafa Kemal Ataturk, memutuskan pada tahun 1935 untuk mengubah monumen itu menjadi museum. Dan UNESCO mendaftarkan situs tersebut dalam daftar Warisan Dunia.

(T.HN/S: Arabic. CNN)

leave a reply