Laporan Komprehensif: 27 Warga Palestina Terbunuh Selama Paruh Pertama Tahun 2020

Sementara jumlah korban terluka per 26 Juli 2020 mencapai angka 1.070 orang, dan sekitar 2.330 orang warga Palestina yang ditangkap.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,27 Jul 2020,05:21 PM

Yerusalem, SPNA – Sebayak 27 warga sipil Palestina, termasuk tujuh anak-anak dan dua wanita, tewas dibunuh oleh Pasukan Pendudukan Israel selama paruh pertama tahun 2020 ini. Sementara jumlah korban terluka per 26 Juli 2020 mencapai angka 1.070 orang, dan sekitar 2.330 orang warga Palestina yang ditangkap.

Pusat Studi dan Dokumentasi Abdullah Al-Hourani, dalam laporan dokumenternya yang dikeluarkan hari Ahad (26/07/2020) mengenai pelanggaran Israel yang paling menonjol terhadap rakyat Palestina selama paruh pertama tahun ini, menyatakan bahwa otoritas pendudukan terus melanjutkan operasinya untuk membangun ribuan unit rumah di permukiman Tepi Barat dan Yerusalem.

Dia mencatat bahwa pasukan pendudukan menghancurkan 357 rumah dan instansi umum selama paruh pertama tahun ini, di mana 136 di antaranya adalah rumah dan 221 instansi, dan 54% dari total penghancuran itu terkonsentrasi di Hebron dan Yerusalem yang diduduki.

Para Martir

Terhitung 27 martir, termasuk tujuh anak-anak dan dua wanita yang gugur selama paruh pertama tahun ini.  17 orang syahid di Tepi Barat dan Yerusalem, dan 10 lainnya di Jalur Gaza.

Tercatat Februari lalu merupakan persentase tertinggi jumlah martir yaitu sebanyak 10 orang. Sementara jumlah martir yang ditahan oleh otoritas pendudukan di lemari pendingin mencapai 63 mayat.

Tahanan dan Korban Luka

Selama paruh pertama tahun ini, otoritas pendudukan Israel menangkap 2.330 warga di Tepi Barat, Yerusalem, dan di perbatasan Jalur Gaza; di antaranya 304 anak-anak dan 70 wanita, menurut Lembaga Urusan Tahanan.

Sementara totalnya jumlah tahanan Palestina di penjara-penjara Israel mencapai 4.700 tahanan, termasuk 160 anak-anak, 41 wanita, dan 365 tahanan administratif tanpa biaya.

Di antara para tahanan, 700 orang sedang menderita berbagai penyakit.

Bersamaan dengan itu, terhitung Tentara Pendudukan Israel telah melukai 1.070 warga Palestina di berbagai titik Palestina.

Pendudukan

Selama paruh pertama tahun ini, otoritas pendudukan menyiapkan dan menyerahkan tender untuk membangun ribuan unit perumahan di permukiman Tepi Barat dan Yerusalem.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memberikan instruksi untuk menyiapkan rencana pembangunan 3.500 unit permukiman di daerah yang disebut (E1), yang merupakan satu-satunya bagian yang menghubungkan selatan dan utara Tepi Barat; dengan tujuan menghubungkan permukiman Ma'aleh Adumim di kota Yerusalem.

Netanyahu juga mengumumkan rencana untuk membangun 5.200 unit rumah baru di Yerusalem, termasuk 2.200 unit di permukiman "Har Homa" yang terletak di di tanah Jabal Abu Ghuneim, dan 3.000 unit permukiman di permukiman "Givat Hamtus" yang terletak di tanah Beit Safafa, selatan Yerusalem.

Sementara itu komplotan pemukim Yahudi  dengan perlindungan tentara pendudukan, mendirikan lima pos baru di tanah Ramallah, Betlehem, Nablus, dan Tubas.

Otoritas pendudukan juga membangun jalan pintas baru untuk pemukim Yahudi  dan lainnya untuk warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem, seperti jalan yang melewati Hawara, Al-Aroub dan Al-Eizariya. Jalan-jalan tersebut dibuat terpisah untuk memperkuat proses pemisahan antara pemukim Yahudi  dan Palestina, juga untuk menghubungkan permukiman yang terisolasi untuk membuat blok permukiman baru Yahudi, sebagai awal untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat, Yerusalem dan Lembah Yordania dalam kerangka "Kesepakatan Abad Ini".

Mantan menteri pendudukan Israel, Naftali Bennett, memutuskan untuk merebut sekitar 1.100 hektar tanah di Betlehem yang terletak di pinggiran permukiman Efrat di kompleks permukiman Gush Etzion;  sebagai langkah awal untuk membangun ribuan unit permukiman Yahudi .

Otoritas pendudukan juga mengeluarkan keputusan untuk merebut daerah yang berdekatan dengan Masjid Ibrahimi di kota Hebron, untuk memudahkan dan membuat jalan khusus bagi para pemukim Yahudi  untuk menyerbu Masjid Ibrahimi.

Demikian pula, otoritas pendudukan mengeluarkan keputusan penyitaan dan pengambilalihan 2.370 hektar tanah pribadi warga Palestina selama paruh pertama tahun ini.

Mekanisme pendudukan juga telah membuldozer lebih dari 1.100 tanah pertanian pertanian di Tepi Barat dan Yerusalem. Bahkan tercatat juga bahwa mereka telah mencabut lebih dari 3.900 pohon di wilayah-wilayah tersebut.

Pembongkaran Rumah dan Instansi

Pasukan Pendudukan Zionis telah menghancurkan 357 rumah dan instansi umum selama paruh pertama tahun ini, di mana 136 di antaranya adalah perumahan dan sisanya 221 instansi, dan 54% dari semua penghancuran tersebut terkonsentrasi di Hebron dan Yerusalem.

Dalam kurun waktu yang sama, otoritas pendudukan juga menyebarkan 435 perintah pembongkaran, penghentian pembangunan, restorasi, penyitaan dan penggusuran, yang mencakup rumah-rumah hunian, instansi-intansi (pertanian, peternakan dan umum), bangunan bersejarah serta lahan pertanian.

Perintah tersebut terkonsentrasi di provinsi Hebron dan Betlehem sebesar 39%. Juni lalu tercatat sebagai bulan dengan tingkat pembongkaran tertinggi dalam paruh pertama tahun ini, sebanyak 116 rumah dan fasilitas umum.

Di kota Yerusalem, pasukan pendudukan melakukan 74 pembongkaran di dalam lingkungan kota Yerusalem, terkonsentrasi di lingkungan Silwan, al-Issawiya, Jabal al-Mukaber, Beit Hanina, Sour Baher, Syu`fat, Wadi al-Joz, Ras al-Amud dan Thur.

Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa

Sebanyak 9491 pemikum Yahudi  yang menyerbu Masjid Al-Aqsa selama paruh pertama tahun ini, mencakup warga biasa, mahasiswa lembaga-lembaga Talmud, polisi, petugas intelijen, anggota Knesset dan karyawan kotamadya pendudukan.

Polisi pendudukan dengan sengaja mengeluarkan keputusan sewenang-wenang untuk menjauhkan warga Pealtina dari Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua, dan menjalanakan hukuman tahanan rumah bagi mereka.

Terhitung polisi pendudukan telah mengeluarkan 350 keputusan hukum terhadap orang-orang Yerusalem, termasuk 176 keputusan deportasi dari Masjid Al-Aqsa selama periode satu minggu hingga enam bulan, 39 keputusan deportasi dari Kota Tua, kota-kota dan lingkungan kota Yerusalem, 76 keputusan tahanan rumah, 43 keputusan larangan komunikasi sosial, 10 keputusan deportasi dari kota Yerusalem, 4 larangan bepergian, dan 2 larangan memasuki Tepi Barat.

Keputusan-keputusan ini juga dijatuhkan ke atas tokoh-tokoh penting Yerusalem seperti Kepala Otoritas Tertinggi Islam Yerusalem Syekh Ikrima Sabri, Gubernur Yerusalem Adnan Ghaith yang berkali-kali ditangkap dalam paruh pertama tahun ini, Menteri Yerusalem Fadi Al-Hadmi, Sekretaris Jenderal Konferensi Rakyat di Yerusalem Mayor Jenderal Bilal Al-Natsheh, Najeh Bakirat, Shadi Al-Mutawar, Nasser  Arch serta Syekh Abdul Azim Salhab.

Polisi pendudukan juga memperpanjang keputusan untuk menutup kantor TV Palestina di Yerusalem dan mencegah krunya bekerja selama 6 bulan ke depan.

Otoritas pendudukan Zionis terus mengintensifkan upaya mereka untuk menguasai kota Silwan; dengan mengendalikan sejumlah property dan tanah.

Demikian juga dalam tujuan yang sama, Pengadilan Israel telah mengeluarkan keputusan untuk mengosongkan bangunan keluarga Dweik, keluarga Nasser al-Rajabi, keluarga Shweik dan keluarga Awda di lingkungan Batn al-Hawa serta sebuah bangunan milik keluarga Samreen di Wadiwe.untuk kepentingan “Asosiasi Permukiman Ateret Cohenim”,

Sementara itu sebuah badan yang dinamakan "Otoritas Alam Zionis" berupaya mengendalikan lebih dari 100 hektar tanah Wadi Rababa di kota Silwan. Tanah tersebut terukur kurang lebih 350 hektar, diklaim oleh mereka untuk pembentukan taman umum.

Mereka juga mengeluarkan keputusan untuk menyita sebidang tanah seluas satu setengah hektar di lingkungan Wadi Rababa di Silwan, untuk digunakan sebagai kuburan warga Yahudi .

Demikian pula sebuah komite yang dinamakan "Komite Perencanaan dan Pembangunan dari Pemerintah Pendudukan di kota Yerusalem" telah meratifikasi rencana Yahudi sasi dan rancangan struktural di lingkungan Al-Masara dan Bab Al-Sahirah di kota tersebut.

Rencana Israel tersebut termasuk pembaharuan permukiman Yahudi  di daerah Wadi al-Joz dalam apa yang dikenal sebagai rencana "Lembah Silikon", mengklaim bahwa tindak lanjut selanjutnya dari rancangan tersebut adalah membangun lapangan baru untuk pekerjaan, perdagangan dan perhotelan di Yerusalem, menurut rencana yang diumumkan oleh pemerintah pendudukan pada tahun 2000, yang menargetkan konversi kota Yerusalem dari kota dengan karakter Islam Arab ke kota Yahudi  murni.

Oleh karena itu, perintah pembongkaran pun disebarkan ke 200 perusahaan Palestina di daerah Wadi al-Joz. Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri telah menyetujui penganggaran ratusan juta syekel untuk proyek Yahudi sasi kota Yerusalem.

Serangan Pemukim Yahudi  

Komplotan pemukim Yahudi  telah melakukan 495 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka selama paruh pertama tahun ini.

Serangan kriminal ini mengakibatkan luka pada 86 warga dalam berbagai bentuk, membakar, mencabut dan menghancurkan sekitar 3.900 pohon berbuah dan hutan, pencurian dan penghancuran 265 ekor ternak, dan 24 operasi merobohkan tanah warga, termasuk meratakan setidaknya 830 hektar.

Serangan-serangan itu juga bervariasi termasuk upaya untuk melakukan 3 penculikan anak-anak, 5 operasi penggilasan, pendirian 5 pos permukiman di Hebron, Ramallah, Nablus, dan daerah Lembah Jordan Utara, serta 17 kali penembakan terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Pendudukan juga menenggelamkan sekitar 20 hektar kebun anggur dengan air limbah di kota Beit Ummar, utara Hebron.

Sebagian komplotan tersebut juga melakukan serangan terhadap desa-desa Palestina, yang mengakibatkan kerusakan ban, terbakar dan pecahnya 195 mobil dan kendaraan.

Sebagian besar serangan terkonsentrasi di Nablus dan Hebron, sebesar 48%

Jalur Gaza

Serangan pasukan pendudukan di Jalur Gaza selama paruh pertama tahun ini mengakibatkan kematian 10 warga, termasuk 4 anak-anak, dan melukai 56 warga.

Serangan itu mencakup 580 penembakan darat, 148 serangan udara, 52 serangan artiler, 42 serangan dan penembakan pada 174 kali nelayan yang mengakibatkan 11 orang luka-luka, 7 penangkapan nelayan, serta penyitaan dan pengrusakan 6 perahu nelayan.

Selama paruh pertama tahun ini, pasukan pendudukan menangkap 29 warga dari Jalur Gaza, 4 di antaranya ditangkap di persimpangan Beit Hanoun.

 (T.NA/S: Palinfo)

leave a reply