Pembakaran Al-Quran di Swedia Tuai Kecaman Al-Azhar Mesir

Grand Syekh Al-Azhar, Ahmad Thayyib akhirnya angkat suara atas kejadian pembakaran Al-Quran di Malmo, Swedia. Tindakan itu disebutkan tidak beradab dan jauh dari nilai kemanusiaan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,02 Sep 2020,12:17 PM

Kairo, SPNA - Aksi pembakaran Al-Quran di Swedia menuai kecaman dari  orang nomor satu di Universitas Islam tertua dunia, Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmah Thayyib.

Dalam sebuah pernyataannya, Selasa (01/08/2020), Syekh Ahmad Thayyib mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan "tindakan terorisme dan barbar." Serta merupakan sikap rasisme yang bertentangan dengan norma hidup bersama.

Melalui akun Facebook resminya, tokoh agama Mesir itu menuliskan, "Bagi mereka yang telah berani membakar Al-Quran harus mengetahui bahwa itu adalah tindakan terorisme, barbar, dan bertentangan dengan segala jenis norma."

"Rasisme adalah api pemicu terorisme yang berlangsung di seluruh dunia," tambahnya.

Meski demikian, Syekh Ahmad Thayyib meminta umat Islam agar merespon insiden tersebut dengan bijak, serta tidak terpancing emosi. Terutama mereka yang tinggal di negara barat, beliau mengharap umar Islam tetap mengutamakan keamanan dan ketentaraman bersama.

"Membakar Al-Quran berarti 'membakar hati' jutaan umat muslim dunia. Sejarah akan mencatatnya sebagai tindakan keji dan memalukan."

Media melaporkan sejumlah aksi menentang Islam berlangsung di salah satu kota besar di Swedia, Malmo. Termasuk di antaranya pemabakaran Al-Quran.

Protes anti-Islam itu terjadi setelah pemimpin partai garis keras ekstrim kanan Denmark, Rasmus Paludan, ditolak izinnya untuk menghadiri pertemuan di Malmo dan ditolak masuk di perbatasan Swedia.

(T.HN/S: Arabic.Sputniknews)

leave a reply