Aliansi Warga Tolak pembangunan Kedutaan Israel di Abu Dhabi

Pablik Emirat yang tergabung dalam Aliansi Anti-Israel mengutuk kebijakan pemerintahnya yang mengizinkan pendirian Keduataan Besar Israel di Abu Dhabi. Menurut mereka, normalisasi adalah pengkhianatan terhadap warga Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,08 Sep 2020,10:27 AM

Abu Dhabi, SPNA - Aliansi Warga Anti-Israel, Minggu (05/09), menyampaikan penolakan mereka terhadap pembangunan Kedutaan Besar Israel di Abu Dhabi.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui situs resminya, mereka sangat menyayangkan pengumuman pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) tentang pembangunan Kedutaan Besar Israel di jantung ibu kota negara tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

"Ini merupakan tusukan langsung di punggung warga Palestina." Tulis aliansi massa tersebut.

Menurut mereka, hubungan yang terjalin antara UEA dan Israel merupakan pengkhianatan terhadap warga Palestina yang bertahun-tahun hidup di bawah penajajahan Yahudi.

Uni Emirat Arab baru saja menyepakati normalisasi hubungan dengan Israel. Dengannya ia akan menjadi negara ketiga, setelah Mesir (tahun 1979) dan Yordania (Tahun 1994), yang menandatangani perjanjian damai dengan negara yang menjajah Palestina tersebut. 

 

Pangeran Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pasca penendatanganan memposting sebuah status menguatarakan bahwa pejanjaian damai tersebut akan menghentikan Israel dari pencaplokan Tepi Barat.

Meski di saat yang sama, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah membantah hal tersebut. Ia menafikan kabar yang berkembang bahwa dirinya akan membatalkan niat aneksasi Tepi Barat. Kepada Yahudi Israel ia berjanji akan menepati janjinya saat kampanye dulu.

Dikutip dari media lokal Palestina, Ramallah, Kementeri Luar Negeri Emirat menyebutkan bahwa jaminan sebenarnya dari perjanjian tersebut adalah Amerika Serikat, bukan pembatalan pencaplokan.

"Normalisasi akan terus berlangsung meski Israel menjalankan rencana pencaplokannya di Tepi Barat." Kata Jamal Al-Musyrikh, Direktur Perencanan di Kementerian Luar Negeri UEA.

(T.HN/S: Qudsn)

leave a reply
Posting terakhir