Pendudukan Kembali Memaksa Penghancuran Rumah di Yerusalem dan Jabal Al-Mukaber

Pasukan penjajah juga mengeluarkan keputusan untuk menghancurkan rumah warga Yerusalem Walid Abu Adhem di distrik Jabal Al-Sabak di Yerusalem yang diduduki, terdiri dari 4 apartemen, dan telah dibangun lebih dari 20 tahun yang lalu.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,15 Sep 2020,01:52 PM

Yerusalem, SPNA Pasukan pendudukan pada Ahad (13/09) memaksa seorang warga Yerusalem untuk menghancurkan rumahnya sendiri, dan mengeluarkan keputusan untuk menghancurkan rumah warga Yerusalem lainnya di Jabal Al-Mukaber, tenggara Yerusalem yang diduduki.

Menurut sumber local, pasukan pendudukan memaksa warga Yerusalem Osama Taleb Zahaikah untuk menghancurkan rumahnya di daerah kota Jabal Al Mukaber di Yerusalem yang diduduki, mengklaim bahwa rumahnya tersebut tidak memiliki izin.

Pasukan penjajah juga mengeluarkan keputusan untuk menghancurkan rumah warga Yerusalem Walid Abu Adhem di distrik Jabal Al-Sabak di Yerusalem yang diduduki, terdiri dari 4 apartemen, dan telah dibangun lebih dari 20 tahun yang lalu.

Sebuah laporan dari Kantor Media Hamas di Tepi Barat yang memantau peningkatan pembongkaran rumah di Tepi Barat dan Yerusalem selama Agustus lalu menyebutkan bahwa jumlah rumah yang dibongkar pendudukan mencapai 44 rumah, yang merupakan jumlah tertinggi sejak awal tahun, selain puluhan rumah yang warganya diberitahukan pembongkaran.

Selain itu, jumlah harta benda yang dirusak termasuk toko, bangunan pertanian, barak dan fasilitas lainnya mencapai 52 bangunan, sementara pendudukan menyita 8 harta benda yang bervariasi antara perkakas dan kendaraan, serta jumlah penggerebekan rumah mencapai 127 penggerebekan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Betlehem, Yerusalem dan Hebron adalah yang paling rentan terhadap perlakuan semena-mena Israel tersebut. Detilnya Betlehem dengan 292 kejadian, Yerusalem 279 kejadian, dan Hebron dengan 254 kejadian.

Sejak pendudukan kota pada tahun 1967, pendudukan telah menghancurkan lebih dari 1.900 rumah di Yerusalem, dan telah menerapkan kebijakan agresi rasis yang sistematis terhadap orang Yerusalem.  Dengan tujuan untuk memperketat kendali atas Yerusalem dan mengadilinya, dan memperketat jerat di sekitar penduduk aslinya; Dan semua ini melalui serangkaian keputusan dan prosedur yang sewenang-wenang, yang memengaruhi semua aspek kehidupan sehari-hari warga Yerusalem.

Di antara langkah-langkah ini, otoritas pendudukan Israel menghancurkan rumah dan fasilitas setelah mempersulit segala pengurusan izin bangunan untuk warga Yerusalem.

Dengan cara ini, otoritas pendudukan bertujuan untuk mengurangi jumlah penduduk Palestina di kota tersebut. Menerapkan sistem koersif yang membatasi pemberian izin bangunan, dan menempatkan mereka pada tangga birokrasi yang ketat, lalu pada akhirnya menggusur mereka dari tanah warisan leluhurnya sendiri.

(T.NA/S: Palinfo) 

leave a reply
Posting terakhir