Konfrontasi Antara Warga Palestina dan Pendudukan Israel Meletus di Hebron

Sumber berkenaan mengatakan bahwa konfrontasi tersebut mengakibatkan puluhan orang mati lemas, penutupan sejumlah toko, dan hengkangnya para warga dari pasar.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,16 Sep 2020,10:17 AM


Hebron, SPNA – Sebuah bentrokan terjadi antara warga Palestina dan Pasukan Pendudukan Israel di Bab Al-Zawiya di pusat kota Hebron, Selasa sore (15/09).

Sebuah sumber lokal melaporkan bahwa pasukan pendudukan yang ditempatkan di pintu masuk ke Jalan Al-Shuhada menembakkan bom suara dan tabung gas beracun ke arah warga.

Sumber berkenaan mengatakan bahwa konfrontasi tersebut mengakibatkan puluhan orang mati lemas, penutupan sejumlah toko, dan hengkangnya para warga dari pasar.

Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa tentara pendudukan menahan guru dan siswa Sekolah Dasar Cordoba, peneliti lapangan di Komite Rehabilitasi Hebron Hassan al-Salamin beserta sejumlah warga. Mereka juga mencegah para warga melintasi pos pemeriksaan di pintu masuk ke Jalan Al-Shuhada.

Perlu dicatat bahwa Bab al-Zawiya Square terletak di dataran rendah di dada lembah, dan merupakan pusat utama kota Hebron, dikelilingi oleh banyak situs militer dan blok permukiman yahudi yang didirikan semenjak tahun 1980.

Selama 25 tahun, pendudukan Israel di pusat kota Hebron telah menerapkan kebijakan pemisahan warga yang bertujuan untuk memungkinkan para pemukim yahudi untuk tinggal di jantung kota Palestina yang penuh sesak.

Sementara itu, pada masa yang sama pasukan pendudukan Israel menutup semua pintu masuk ke jalan sekunder menuju desa dan benteng Masafer Yatta dengan gundukan tanah.

Koordinator Komite Perlindungan dan Ketahanan di Yatta, Fuad al-Amor, menyatakan bahwa pasukan pendudukan menutup dengan gundukan tanah semua jalan sekunder menuju desa dan benteng Masafir Yatta, yang terletak di jalur bypass 60.

Al-Amour menjelaskan bahwa penutupan ini bertepatan dengan aktivasi dari aktivitas Komite Perlawanan dan Ketahanan Rakyat Palestina di semua medan, desa, dusun dan benteng di gubernur Hebron.

Ia menyebutkan bahwa buldoser pendudukan menutup jalan menuju daerah Birain, sebelah timur Hebron, ke Masafer Yatta.

Hebron memadat dengan keberadaan lebih dari lima puluh pos baru pemukiman di mana sekitar tiga puluh ribu pemukim yahudi tinggal, dengan tujuan memperkuat cengkeraman yahudi secara menyeluruh di kota.

Pemerintah pendudukan dan kelompok pemukiman yahudi berkejaran dengan waktu untuk mendapatkan tanah sebanyak mungkin, membangun lebih banyak permukiman dan membuka jalan, memanfaatkan kesibukan khalayak dengan virus Corona.

(T:NA/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir