Bentrokan di Berbagai Titik di Tepi Barat; Puluhan Warga Palestina Terbunuh dan Terluka

Para peserta aksi tersebut menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap berdiri tegak di tanah mereka dan mempertahankannya, mencela posisi rezim UEA dan Bahrain yang menyepakati normalisasi dengan pihak pendudukan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,26 Sep 2020,04:36 PM

Tepi Barat, SPNA – Beberapa konfrontasi meletus di berbagai titik di Tepi Barat antara warga Palestina dengan Pasukan Pendudukan Israel, Jumat (25/09). Bentrokan tersebut pecah di sela prosesi demonstrasi anti-pemukiman mingguan yang dilakukan rakyat Palestina.

Dalam kejadian tersebut, pasukan pendudukan menembakkan peluru tajam, granat kejut, dan gas beracun, yang menyebabkan sejumlah warga luka-luka dengan peluru karet dan puluhan orang mati lemas.

Bab Al-Zawiya

Di Hebron, bentrokan meletus antara pemuda dan pasukan pendudukan di daerah Bab Al-Zawiya.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa tentara pendudukan Israel menembakkan peluru logam berlapis karet, bom suara dan gas, yang menyebabkan sejumlah warga sipil mati lemas setelah mereka dirawat langsung di tempat.

Disebutkan bahwa tentara pendudukan Israel bertahan di atap rumah dekat Bab Al-Zawiya, menutup pintu masuk ke Jalan Al-Shuhada, dan mencegah para warga kembali ke rumah mereka.

Kafr Qaddum

Di Qalqilya, bentrokan meletus di desa Kafr Qaddum, pasca pawai anti-pemukiman damai mingguan, mengakibatkan cederanya sejumlah warga, termasuk seorang wartawan.

Koordinator Perlawanan Rakyat di Kafr Qaddum, Murad Shteiwi, menyatakan bahwa pasukan pendudukan menyerang para peserta pawai menggunakan peluru logam, bom gas dan bom suara, menyebabkan cederanya 7 warga, termasuk jurnalis Nidal Shtayyeh, ditambah meninggalnya puluhan warga yang lemas akibat menghirup gas.

Shteiwi menjelaskan, dua korban sempat dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan, sedangkan korban lainnya dirawat di lapangan oleh staf Bulan Sabit Merah Palestina yang hadir di lokasi kejadian.

Pawai tersebut bergerak dengan partisipasi ratusan warga kota yang meminta rakyat Emirates dan Bahrain untuk menolak normalisasi negara mereka dengan entitas pendudukan.

Asira Al-Qibliya

Di Nablus, sejumlah warga sipil, termasuk seorang jurnalis, ditembak dan dicekik dengan gas selama bentrokan yang meletus di kota Asira Al-Qibliya.

Bentrokan meletus setelah tentara pendudukan dan pemukim menyerang demonstrasi yang diorganisir oleh warga dan aktivis untuk mempertahankan tanah yang terancam akan disita di Asira Al-Qibliya. Para tentara juga menghalangi warga untuk mengakses tanah mereka.

Kepala dewan desa Asira Al-Qibliya, Hafez Saleh, menyatakan bahwa pasukan pendudukan menggencet aksi pertahanan tanah desa dekat pemukiman Yitzhar yang dilakukan para warga Palestina, menyebabkan cederanya tiga pemuda yang terkena gas air mata langsung di area wajah, dada dan kaki mereka. KEtiga korban tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Khallet Hassan

Di Salfit, puluhan warga menggelar salat Jumat di daerah Khallet Hassan, yang terletak di antara kota Bidya dan Sinyria, yang diancam akan disita dari pendudukan.

Wilayah ini menjadi sasaran serangan berulang-ulang oleh pendudukan dan kawanan pemukim yahudi. Bentrokan tersebut sendiri terjadi di dalam aksi para warga yang menolak normalisasi dan pemukiman.

Para peserta aksi tersebut menegaskan bahwa rakyat Palestina akan tetap berdiri tegak di tanah mereka dan mempertahankannya, mencela posisi rezim UEA dan Bahrain yang menyepakati normalisasi dengan pihak pendudukan.

(T:NA/S: Palinfo)

 

leave a reply