Aljazair dan Tunisia Tegaskan Pentingnya Penyelesaian Konflik Politik Libya Tanpa Intervensi Asing

Kedua negara bertekad untuk melanjutkan upaya menjembatani kesenjangan antara faksi Libya. Koordinasi dan konsultasi akan terus berlanjut antara kedua negara untuk menghadapi terorisme.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,29 Sep 2020,01:51 PM

Tunis, SPNA – Aljazair dan Tunisia dalam pertemuannya pada Senin (28/09/2020), bersepakat tentang perlunya melanjutkan upaya bersama untuk mendorong solusi politik di Libya agar jauh dari campur tangan asing.

Setelah pertemuannya dengan Presiden Tunisia Qais Said, Menteri Luar Negeri Aljazair Sabri Boukadoum menyatakan bahwa ia telah membuat presentasi tentang pembahasan yang ia bicarakan dengan rekan asal Tunisianya Othman Al-Jarandi.

Sabri mengutarakan keinginan negaranya untuk menjalin hubungan bilateral dengan Tunisia dari pola klasik.

"Pemerintah Aljazair bertekad untuk mempererat hubungan Aljazair-Tunisia sesuai dengan visi baru yang akan mencerminkan keistimewaan dan kekuatan keduanya. Semua ini akan dicapai melalui upaya peningkatan kerja sama dan koordinasi dalam menghadapi masalah yang menjadi perhatian bersama.”

Boukadoum menegaskan bahwa dirinya telah mendengar visi Presiden Tunisia tentang situasi di Timur Tengah beserta tantangan yang ia hadapi, terutama berkenaan dengan situasi di Libya.

Sehubungan dengan itu, Kementerian Luar Negeri Aljazair kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa Aljazair dan Tunisia bertekad untuk melanjutkan upaya mereka untuk menjembatani kesenjangan antara faksi Libya. Kemenlu Aljazair juga menekankan bahwa koordinasi dan konsultasi akan terus berlanjut antara kedua negara untuk menghadapi terorisme.

(T.NA/S: RT Arabic)

Aljazair, Tunisia, Libya

leave a reply