Dua Puluh Tahun Intifada II, Perlawan Palestina atas Israel Belum Berakhir

Tanggal 28 September oleh warga Palestina diperingati sebagai hari Intifada II. Pengamat menilai perlawanan Palestina atas Israel belum berakhir.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,30 Sep 2020,03:59 PM

Gaza, SPNA - Dua puluh tahun lalu, tepatnya pada tahun 2000, sebuah aksi perlawanan dilakukan oleh warga Palestina terhadap negara penjajah, Israel. Peristiwa tersebut dikenal dengan sebuatan Intifada dua.

Awal mula protes tersebut disebabkan kunjungan Mantan Perdana Menteri Israel, Ariel Sharon, ke Masjid Al-Aqsa. Dalam kunjungan yang dikawal ketat militer Israel itu, Sharon mengatakan bahwa Al-Aqsa akan terus menjadi milik Israel.

Pernyataan tersebut mengundang murka warga Palestina. Bentrokanpun berlangsung antara jemaah Masjid Al-Aqsa dan militer Israel. Tujuh warga meninggal dan 250 lainnya luka-luka. Di pihak Israel, tujuh belas prajurit dilaporkan cedera.

Perlawanan serupa pernah terjadi pada tahun 1987, dan dikenal sebagai intifada pertama. Dipicu oleh penindasan Israel terhadap warga Palestina yang tinggal di kemah pengungsian.

Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci nomor tiga bagi umat Islam setelah Masjidil Haram dan Nabawi. Sedangkan umat Yahudi, mengklaim bahwa ditempat itulah Kuil Sulaiman dibangun. Dan menganggapnya sebagai tempat nomor satu dalam agama.

Intifada kedua berlangsung selama lima tahun. Gelombang protes meluas hingga keseluruh wilayah teritorial Palestina, Tepi Barat dan Gaza.

Data Palestina dan laporan resmi yang dirilis Israel, peristiwa tersebut setidaknya merenggut sebanyak 4.412 nyawa warga Palestina dan 48.322 lainnya luka-luka. Sedang dari Israel, 1.069 tentara tewas dan 4.500 luka-luka.

Hal yang paling diingat dari Intifada ke dua ini adalah pembunuhan yang dilakukan militer Israel terhadap salah satu remaja Palestina, Muhammad Ad-Durrah. Dalam video yang sangat popular di seluruh dunia itu terlihat seorang remaja menyelamatkan dirinya dengan bersembunyi di belakang punggung ayahnya. Remeja tersebut kemudian tewas dengan peluru yang dipercaya berasal dari senapan militer Israel.

Hal lain yang sangat relevan dengan peristiwa tersebut, pembunuhan terhadap Menteri Pariwisata Israel, Rehavam Ze’evi.

Juga operasi militer atas perintah Sharon yang menewaskan sejumlah pemimpin gerakan perjuangan di Gaza. Hal itu dilakukannya untuk membendung eskalasi protes dari warga Palestina yang semakin memanas.

Intiada Dua berakhir pada delapan Februari 2005. Yaitu melalui perjanjian gencatan sejata yang ditandatangani di Syarm El-Syeikh, Mesir. Meski demikian pengamat menilai bahwa Intifada tersebut belum berakhir. Pasalnya Palestina dan Israel belum menemukan solusi politik sebagai payung perdamaian mereka.

(T. HN)

Nuruddin Jamal Al-Harrazin

leave a reply
Posting terakhir