Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel Hingga 68 Hari

Aksi mogok makan yang dilakukan salah satu tahanan Palestina telah memasuki hari ke-68. Ia komitmen untuk melakukan protes atas keputusan pengadilan Israel, hingga nafas terakhir.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,03 Oct 2020,03:49 PM

Tepi Barat, SPNA - Komite Pembela Hak Asasi Tahanan Palestina, Jumat (02/10/2020), melaporkan bahwa telah mengutus pengacaranya untuk menjenguk salah satu tahanan Palestina yang sedang melakukan aksi mogok makan. Tahanan tersebut adalah Mahir Al-Akhras (49 tahun), telah melakukan mogok makan selama 6 hari.

Pasca kunjungan, komite tersebut melaporkan bahwa Mahir dalam kondisi krisis dan memprihatinkan. Saat ini ia sedang dirawat di salah satu rumah sakit Israel.

Ketika dijumpai, Mahir mengatakan akan terus melakukan aksi tersebut sampai nafas terakhir. Mogok makan tersebut ia dilakukan sebagai aksi protes terhadap Israel yang melakukan penangkapan tanpa ada proses pengadilan.

Penangkapan semacam ini dikenal dengan penangkapan administrasi. Pihak Israel berhak menambah masa tahanan jika dianggap memang perlu untuk alasan proses penyidikan lebih lanjut.

Melalui sang pengacara diketahui bahwa Mahir menolak untuk makan sama sekali. Ia mencoba bertahan hidup hanya dengan meminum air.

Mahir pertama kali ditangkap militer Israel pada tahun 1989, ia sempat menghabiskan masa tahanan selama tujuh tahun ketika itu. Kemudian ia ditangkap kembali pada tahun 2004 selama dua tahun. Dan pada tahun 2009, selama sembilan bulan. Serta pada 2018 selama dua tahun.

Terakhir ia menjadi  tahanan administrasi Israel pada tanggal 27 Juni 2020. Mahkamah Israel kemudian mengeluarkan keputusan final dengan vonis seumur hidup.

(T.HN/S: Palinfo)

leave a reply